Berita

Tiga Kamera Jebak untuk Rekam Satwa Liar di Kawasan Ijen-Raung Raib

18/08/2025|Garda Animalia
Proses pemasangan kamera jebak. | Foto: BBKSDA Jatim

Proses pemasangan kamera jebak. | Foto: BBKSDA Jatim

Gardaanimalia.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur membenarkan raibnya tiga camera trap di bentang alam Ijen-Raung yang dipasang untuk merekam satwa liar, termasuk macan tutul.

Selain itu, dua kamera lain rusak berat dari total sebanyak 75 kamera yang tersebar di 40 stasiun pemantauan. Hilangnya alat-alat vital ini bukan hanya merugikan secara materiil, tetapi juga menyebabkan hilangnya data berharga tentang ekosistem yang terus terancam.

Beruntung, dari 37 titik yang tersisa, tim Java-Wide Leopard Survey (JWLS) yang berjuang merekam kehidupan macan tutul jawa masih berhasil menemukan jejak-jejak macan tutul dan satwa mangsanya, seperti kijang, babi hutan, dan lutung jawatanda harapan bahwa spesies langka ini masih bertahan.

Kepala BBKSDA Jatim Nur Patria Kurniawan menegaskan pentingnya kesadaran dan dukungan dari masyarakat dalam menjaga upaya konservasi ini.

“Kita tidak tahu siapa yang berbuat dan kami sudah laporan ke pihak yang berwajibIni baru pertama kejadian di survei macan tutul Ijen-Raung bersama rekan-rekan Sintas Indonesia,” ujar Nur Patria Kurniawan kepada Garda Animalia, Sabtu (16/8/2025).

Ke depan, Nur Patria meminta kapada para peneliti agar lebih berhati-hati dalam memilih tempat aman (safety) untuk mengamati apa pun dalam menggunakan kamera jebak.

Koordinator JWLS Region Timur, Ummi Farikhah, menyampaikan bahwa kejadian ini bukan sekadar kehilangan alat, tetapi juga kehilangan data penting yang sangat dibutuhkan untuk mendeteksi keberadaan dan pola aktivitas macan tutul jawa.

“Kami kehilangan lebih dari sekadar alat. Kami kehilangan waktu, data, dan potensi penyelamatan bagi spesies kritis,” tegas Ummi seperti dikutip dari Suara Merdeka.

Kehilangan camera trap juga pernah terjadi di Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada Januari 2023 lalu. Waktu itu, seperti dikutip iNews, kasus dua kamera hilang sudah dilaporkan ke Polsek Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Sebelum kamera hilang, tiga orang diduga pemburu di Tahura Raden Soerjo di Kompleks Gunung Arjuno-Welirang-Anjasmoro sempat terekam camera trap itu.

Rekaman yang diambil pada 21 Januari 2023 ini memperlihatkan satu pemburu beraksi pada siang hari. Sementara dua lain orang berburu bersama pada malam hari sekitar pukul 23.09 WIB.


Penulis: Irvan Sjafri