Menjarah
Menjarah
Menjarah
Berita

Tiga Lumba-Lumba Terdampar Lagi di Bangka Selatan

316
×

Tiga Lumba-Lumba Terdampar Lagi di Bangka Selatan

Share this article
Satu dari tiga lumba-lumba yang terdampar di pesisir Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan pada Jumat (14/6/2024) dan diselamatkan oleh pihak Pemadam Kebakaran Bangka Selatan. | Foto: Dok. tim penyelamat lumba-lumba
Satu dari tiga lumba-lumba yang terdampar di pesisir Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan pada Jumat (14/6/2024) dan diselamatkan oleh pihak Pemadam Kebakaran Bangka Selatan. | Foto: Dok. tim penyelamat

Gardaanimalia.com – Baru berselang dua hari, kejadian lumba-lumba terdampar di Kabupaten Bangka Selatan kembali berulang.

Kali ini, tiga lumba-lumba terdampar di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan pada Jumat (14/06/2024) sekitar pukul 09.00 WIB.

pariwara
usap untuk melanjutkan

Lumba-lumba pertama kali ditemukan oleh masyarakat setempat yang berprofesi sebagai nelayan. Ia bergegas melaporkan penemuannya ke pihak Pemadam Kebakaran Bangka Selatan.

Merespons hal tersebut, Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (PB) Bangka Selatan langsung menuju lapangan. Tujuannya adalah untuk mengevakuasi ketiga lumba-lumba.

Jumlah personel pemadam kebakaran yang terjun ke lapangan adalah sepuluh orang.

Ketika sampai ke lokasi kejadian, pihak pemadam kebakaran menemukan mamalia air itu masih dalam kondisi hidup.

“Lumba-lumba ditemukan masih hidup,” kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Bangka Selatan Ardiansyah.

Dalam video yang diambil oleh salah seorang tim penyelamat, terlihat satu ekor lumba-lumba terjerat oleh jaring milik nelayan.

Ardiansyah mengakui, proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena keterbatasan fasilitas dan sarana prasarana untuk menggiring lumba-lumba kembali ke tengah laut.

“[Lokasi terdampar] jauh dari pesisir dan pantainya berlumpur,” kata Ardiansyah.

Kejadian Berulang di Bangka Selatan

Kondisi ini serupa dengan yang terjadi dua hari silam ketika tiga lumba-lumba terdampar di Pantai Nek Aji. Lumpur diduga berasal dari aktivitas tambang timah ilegal yang berkerumun di lepas pantai Toboali.

Meskipun tidak ada identifikasi resmi, Ardiansyah menduga ketiganya adalah individu yang sama dengan yang terdampar dua hari lalu.

“Kelihatannya hampir sama,” kata Ardiansyah.

Peristiwa ini adalah yang ketiga kalinya dalam satu bulan di Kecamatan Toboali. Sebelumnya pada Rabu (12/6/2024), tiga ekor lumba-lumba terdampar di Pantai Nek Aji, Desa Tanjung Ketapang yang bersebelahan dengan Desa Rias.

Lalu, pada 29 Mei 2024, satu ekor lumba-lumba ditemukan mati di Pantai Boom Pendek, tidak jauh dari Pantai Nek Aji.

Ardiansyah mengakui pihaknya sudah dua kali mendapatkan laporan mengenai lumba-lumba yang terdampar. Akan tetapi, Ia belum dapat memastikan penyebab dari kejadian beruntun tersebut.

“Untuk detail penyebabnya kami belum memastikan,” pungkas Ardiansyah.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments