Berita  

Tragis, Tiga Hiu Paus Ditemukan Mati dalam Sepekan

Seekor hiu paus atau tutul kembali ditemukan mati di wilayah perairan selatan Jember. | Foto: Seno/Antara
Seekor hiu paus atau tutul kembali ditemukan mati di wilayah perairan selatan Jember, tepatnya di Pantai Dusun Bregoh. | Foto: Seno/Antara

Gardaanimalia.com – Hiu paus (Rhincodon typus) kembali ditemukan mati terdampar di sekitar perairan selatan Jember, kali ini di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas.

Seorang nelayan bernama Miskat mengemukakan, dia pertama kali melihat ikan tersebut sudah dalam keadaan mati, pada Senin (29/8) sekira pukul 09.00 WIB.

“Tadi saya menemukan di Pantai Nyamplong Kobong. Kondisi hiu tutul ukuran kurang lebih 6 meter tersebut sudah mati, dan bobot kurang lebih 1,5 ton,” ucapnya.

Setelah mendapati bangkai spesies ikan terbesar itu, Miskat segera bertindak. “Saya langsung hubungi pihak Satpolair Polres Jember,” ungkapnya.

Mengetahui kejadian tersebut, petugas Satpolair Polres Jember segera menuju lokasi. “Kami dapat laporan warga, dan kami datangi TKP,” kata Kasatpolair Polres Jember, AKP M Nai.

Dia mengutarakan, bahwa pihaknya dibantu warga dalam melakukan evakuasi. Proses penguburan dilakukan dengan menggunakan alat berat berupa backhoe.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, dirinya mengatakan bahwa pihak Satpolair Polres Jember akan melakukan patroli di sepanjang pesisir pantai.

Sehingga, lanjutnya, apabila kelak ditemukan satwa laut tersebut dalam kondisi hidup, maka petugas dapat membantu menyelamatkannya.

“Kami akan lakukan giat patroli lagi di pinggir pesisir, karena hewan ini rentan jika terdampar masih hidup harus segera di dorong ke tengah lagi,” terangnya.

Ia mengatakan, bahwa mengevakuasi spesies ikan besar itu tidak mudah. Sehingga kerap melibatkan berbagai pihak guna membantu proses penguburan bangkai.

“Memang tidak mudah untuk menguburkan hiu terdampar, karena ukuranya yang cukup besar sehingga kita melibatkan berbagai unsur,” ujar Nai.

Total Tiga Ekor Hiu Mati di Pantai Selatan Jember

Sementara, Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Jember, Purwantono mengatakan, peristiwa tersebut bukan pertama kali terjadi.

“Memang benar ada tiga hiu tutul yang terdampar di lokasi yang berbeda dan semuanya dalam kondisi mati pada Minggu (28/8) dan Senin (29/8),” ungkapnya.

BACA JUGA:
Terancam Punah, Mengapa 4 Jenis Hiu di Indonesia Ini Belum Dilindungi?

Ia merincikan, pada Minggu (28/8) lalu terdapat dua ekor hiu yang mati di Pantai Canga’an, Kecamatan Ambulu, dan Pantai Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun.

“Bangkai hiu tutul itu harus dikubur. Namun petugas di lapangan agak kesulitan karena bobot ikan lebih dari satu ton dan bangkainya belum benar-benar ke tepi pantai.”

Rhincodon typus termasuk satwa dilindungi berdasarkan Kepmen Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus.

Karenanya, satwa itu harus dijaga kelestariannya. “Apabila ikan hiu tersebut terdampar dalam kondisi hidup, maka harus dikembalikan ke habitatnya di laut,” ungkapnya.

Adapun penyebab kematian satwa dilindungi di pesisir selatan Kabupaten Jember dan Lumajang. Purwantono, mengaku pihaknya masih belum mengetahui hal tersebut.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments