Berita

BBKSDA Riau Intensifkan Evakuasi Harimau Sumatera di Inhil, Gunakan Drone Thermal dan Kandang Jebak

03/08/2026|Meza Swastika
Tim BBKSDA Riau memanfaatkan drone thermal dan kandang jebak untuk evakuasi harimau sumatera yang sempat terpantau berada...

Tim BBKSDA Riau memanfaatkan drone thermal dan kandang jebak untuk evakuasi harimau sumatera yang sempat terpantau berada di Desa Panai, Kecamatan Pulau Burung, Inhil. | Foto: Dok. BBKSDA Riau

Gardaanimalia.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memaksimalkan penggunaan kandang jebak dan drone thermal sebagai upaya penyelamatan seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang sempat terpantau berada di sekitar permukiman warga di Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). 

Pemasangan kandang jebak dilakukan sebagai bagian dari proses evakuasi satwa dilindungi tersebut. Tim BBKSDA yang dipimpin Bambang Santoso itu juga menggunakan drone thermal untuk memantau pergerakan harimau dan meningkatkan efektivitas pencarian. Pemanfaatan drone thermal dalam upaya mitigasi, dianggap efektif untuk mendeteksi keberadaan harimau, terutama saat satwa beraktivitas di malam hari maupun ketika berada di area dengan vegetasi yang rapat. Humas BBKSDA Riau, Reni, mengatakan sejumlah upaya mitigasi terus dilakukan secara intensif. Selain penggunaan drone thermal dan kandang jebak, tim juga terus melakukan sosialisasi kepada warga. 

"Tim terus melakukan berbagai upaya mitigasi, sosialisasi kepada masyarakat, serta pemantauan terhadap pergerakan harimau. Kemarin tim juga telah memasang kandang jebak dan melakukan pemantauan menggunakan drone thermal," ujar Reni mengutip dari Media Center Riau, Minggu (2/8/2026),

Menurutnya, BBKSDA Riau juga telah menambah personel di Desa Danai guna memperkuat penanganan di lapangan. Namun, ia tak merinci secara pasti jumlah personel tambahan tersebut. Selain itu, pemantauan lapangan juga terus dilakukan untuk mempelajari pola pergerakan harimau sekaligus menentukan metode evakuasi yang paling aman. 

Reni juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan waspada, serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa. Warga diminta tidak mendekati, mengejar, atau berupaya menangkap harimau secara mandiri. 

Jika menemukan jejak atau melihat keberadaan harimau, masyarakat diimbau segera melapor kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sesuai prosedur. Kepala Desa Danai, Halim, menyebut proses mitigasi dan upaya evakuasi harimau masih berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur di lapangan. 

"Selain tim BBKSDA Riau, aparat kepolisian bersama masyarakat setempat turut membantu dalam upaya penanganan harimau tersebut," kata Halim. 

Sebelumnya, keberadaan harimau diketahui melalui rekaman kamera jebak yang dipasang sejak Rabu (29/7/2026). Seperti diketahui, Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung, berada dalam bentang alam rawa gambut yang masih memiliki keterhubungan dengan lanskap Semenanjung Kerumutan, salah satu habitat penting harimau sumatra di Riau. 

Kondisi ini memungkinkan satwa tersebut bergerak melalui koridor habitat hingga mendekati permukiman.