Diduga Mencari Makan, Buaya Muara Mendekat ke Permukiman

  • Share
Gambar anak buaya muara yang dievakuasi oleh BBKSDA Jawa Timur. | Foto: Prasetia Fauzani/Antara
Gambar anak buaya muara yang dievakuasi oleh BBKSDA Jawa Timur. | Foto: Prasetia Fauzani/Antara

Gardaanimalia.com – Seekor buaya muara (Crocodylus porosus) ditemukan di sekitar permukiman warga di Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri pada Senin (14/3).

Satwa liar dilindungi yang diperkirakan berukuran 50 sentimeter itu kemudian dievakuasi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur.

“Kami hanya mengamankan. Jenisnya buaya muara. Ukurannya sekitar 50 cm, jadi masih dikatakan anak. Jumlahnya satu ekor,” ungkap David Faturahman, Kepala Resor Konservasi Wilayah I Kediri BBKSDA Jawa Timur.

Selain itu, David menyebut bahwa proses evakuasi ini bermula dari informasi yang disampaikan oleh masyarakat tentang adanya penampakan satwa yang mirip buaya.

Ia sendiri menduga, bahwa satwa dilindungi tersebut muncul dan mendekat ke permukiman warga lantaran sedang mencari makanan.

David mengaku bahwa evakuasi buaya dilakukan guna melindungi satwa tersebut. Karena pihaknya khawatir kemunculan buaya di permukiman dapat menimbulkan konflik dengan masyarakat.

“Kami evakuasi, karena dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan. Bisa menjadi konflik dengan masyarakat, dan peluang tinggi ditangkap lalu dibunuh,” ujar David.

Menurutnya, anak buaya yang merupakan satwa dilindungi itu ditemukan di lokasi Sungai Brantas, yang mana sungai tersebut diperkirakan memang merupakan salah satu habitat buaya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, buaya jenis muara tersebut merupakan salah satu satwa yang dilindungi.

Pun, menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), sebuah lembaga internasional untuk konservasi alam, saat ini Crocodylus porosus memiliki status konservasi berisiko rendah (Least concern).

Status berisiko rendah dalam daftar merah IUCN diberikan untuk spesies yang telah dievaluasi, tetapi tidak masuk ke dalam kategori mana pun.

BACA JUGA:
Berhasil Diamankan Polisi, Burung Kakatua Langka Diserahkan ke BKSDA
  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments