Ditemukan di Lahan Sawit, Dua Anak Burung Rangkong Dibawa ke Rumah Warga

  • Share
Ilustrasi kangkareng perut putih yang merupakan spesies burung rangkong. | Foto: Forestdigest
Ilustrasi kangkareng perut putih yang merupakan spesies burung rangkong. | Foto: Forestdigest

Gardaanimalia.com – Dua ekor anak burung rangkong kangkareng perut putih (Anthracoceros albirostris) diserahkan oleh seorang warga kepada Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam, Senin (24/1) malam.

Riki Rikardo, warga Sawah Taruko, Jorong Sago, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam tersebut mengaku kangkareng perut putih ditemukan oleh adik iparnya saat hendak pulang ke rumah.

Burung rangkong itu, ceritanya, berada di dalam kayu yang sudah tua dan telah tumbang. Satwa tersebut ditemukan pada Kamis (20/1) di lahan perkebunan kelapa sawit milik Plasma Tiku Lima Jorong Kecamatan Tanjung Mutiara.

Setelah menemukan dua ekor anakan burung rangkong itu, Feri pun bergegas membawa pulang dan menyerahkannya kepada Riki untuk dirawat. Karena, ujar Riki, adik iparnya tersebut tidak gemar memelihara burung.

“Burung diserahkan ke saya untuk dirawat mengingat ia (Feri) tidak hobi memelihara burung,” ungkap Riki, Selasa (25/1) dilansir dari Radar Sumbar.

Kemudian setelah menerima satwa tersebut, lanjut Riki, ia tidak mengetahui pakan burung itu dan mencoba mencari informasi melalui pencarian google.

Dua anak burung kangkareng perut putih yang ditemukan warga di lahan kebun sawit. | Foto: Dok. BKSDA Resor Agam
Dua anak burung kangkareng perut putih yang ditemukan warga di lahan kebun sawit. | Foto: Dok. BKSDA Resor Agam

Berdasarkan hasil yang ia temukan, Riki akhirnya tahu bahwa burung rangkong merupakan satwa langka dan dilindungi  Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

Lantaran sudah mengetahui status konservasi kangkareng perut putih, ia pun mendatangi kantor Resor KSDA Agam untuk menyerahkan satwa dilindungi tersebut.

“Saya menyerahkan dua ekor burung dan mudah-mudahan bisa besar dan berkembang biak nantinya,” tutur Riki.

Sementara itu, Ade Putra, Kepala Resor KSDA Agam pun mengatakan bahwa burung rangkong kangkareng perut putih tersebut diketahui telah berusia dua tahun.

“Anak burung ini langsung dibawa ke Resor KSDA Agam untuk dirawat,” ujar Ade Putra.

BACA JUGA:
Diduga Mangsa Ternak, Harimau Sumatera Dilaporkan Warga

Satwa dilindungi tersebut, lanjutnya, akan dititip rawat di Lembaga Konservasi Taman Marga Satwa Budaya dan Kinantan (TMSBK) Kota Bukittinggi.

Apabila telah tumbuh besar, burung langka itupun bakal dilepasliarkan ke habitat alaminya di hutan konservasi. “Saya mengapresiasi warga yang telah menyelamatkan burung langka dan dilindungi,” tutur Ade.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments