Berita

Dua Ibu Gajah di TNWK Mati dalam Dua Bulan

18/11/2025|Nadaa
Gajah betina Dona meninggal dunia karena sakit pada usia 45 tahun. | Foto: dok. BTNWK

Gajah betina Dona meninggal dunia karena sakit pada usia 45 tahun. | Foto: dok. BTNWK

Gardaanimalia.com Kabar duka kembali datang dari gajah sumatra (Elephas maximus sumatranusdi Taman Nasional Way Kambas (TNWK), dua ekor ibu gajah, Suli dan Dona kehilangan nyawanya.

“Mereka telah hidup dengan penuh kasih sayang dan melahirkan keturunan untuk generasi mendatang,” tulis akun resmi Instagram TNWK, Senin (17/11/2025).

Suli, gajah berusia 35 tahun yang berasal dari Palembang itu dilaporkan mati pada 2 Oktober 2025.

"Iya Suli di Oktober, kemarin belum rilis [karena] menunggu hasil analisis sampel di Balai Veteriner Lampung. Pas mau up (kematian Suli), Dona juga mati, makanya sekalian (dipublikasikan)," ujar Humas Balai TNWK Nandri Yulianto pada IDN Times Lampung, Selasa (18/11/2025).

Menurutnya, sejak Juli 2025 Suli mendapatkan perawatan cukup intensif karena kesehatannya mulai menurun. Dari hasil pemeriksaan kesehatan, Suli mengalami anemia dan gejala infeksi akibat peningkatan nilai sel darah putih.

"Beberapa parameter kesehatan organ juga menunjukan, bahwa Suli mengalami penurunan fungsi organ hati dan ginjal," jelasnya.

Atas kondisi tersebut, gajah Suli berencana dipindahkan ke lokasi lain untuk digembalakan pada 1 Oktober 2025. Namun, saat proses pemindahan, Suli terjebak di area rawa cukup dalam dan mengalami kesulitan untuk naik dari rawa tersebut. Suli kehilangan nyawa saat proses evakuasi yang berlangsung selama dua hari.

Kepergian Suli meninggalkan satu ekor anak gajah sumatera bernama Yongki.

“Kami berjanji untuk merawat Yongki dengan penuh kasih, seperti yang telah dilakukan oleh Suli terhadap anak-anaknya,” lanjutnya.

Kini, Kartijah dan Pleno, dua gajah induk akan menggantikan peran Suli untuk menjadi bagian dari keluarga bagi Yongki, yang akan terus merawat dan membimbingnya dengan penuh kasih.

Ibu Dona dan Riwayat Kesehatannya

Selain Suli, ada Dona, gajah jinak betina berusia 45 tahun yang dilaporkan kehilangan nyawa pada Sabtu (16/11/2025) di Camp Elephant Response Unit (ERU) Bungur, Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Toto Projo, TNWK.

Melansir Antara, Kepala Balai TNWK Zaidi menjelaskan, gajah tersebut memiliki riwayat masalah kesehatan dan telah dipantau oleh petugas.

"Masalah kesehatan Dona telah terpantau sejak awal November. Pada 6 November, pemeriksaan rutin menunjukkan kadar eosinofil tinggi pada sampel darah, mengarah pada indikasi infeksi parasit. Tim medis kemudian memberikan infus dan meningkatkan pemantauan," jelas Zaidi.

Zaidi juga menceritakan pada 13 November Dona mulai tidak mau makan. Menyikapi sikap tersebut, dokter hewan di Pusat Latihan Gajah (PLG) TNWK melakukan evaluasi lanjutan dan memberikan tindakan medis.

“Meski nafsu makan menurun drastis, Dona masih dapat bergerak aktif,” katanya.

Hari-hari selanjutnya tidak ada perbaikan yang signifikan dari kondisi Dona. Tepatnya pada 14 - 15 November, Dona hanya mengonsumsi satu sisir pisang dan tubuhnya semakin melemah.

Melanjutkan keterangannya, Zaidi mengatakan pada 16 November Dona masih merespons gerakan pada pukul 03.00 WIB, tetapi beberapa jam kemudian terlihat tidak mampu berdiri.

Mendapati laporan ini, tim medis bersama Kepala SPTN Wilayah II Bungur segera menuju Camp ERU Bungur, saat tiba pukul 13.20 WIB, gajah tersebut telah dinyatakan mati dengan kondisi tidak bernapas dan lidah pucat.

"TNWK langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk proses penanganan sesuai prosedur. Nekropsi dilaksanakan pada Minggu sore hari, guna mengetahui penyebab pasti kematian," jelasnya.

Atas kejadian ini TNWK menyampaikan duka mendalam atas kematian Dona, sebab gajah tersebut merupakan bagian penting dari upaya konservasi gajah di Way Kambas.

"Seluruh tindakan medis telah dilakukan sejak gejala awal terdeteksi. TNWK menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesehatan satwa, pengawasan populasi, serta pengelolaan kesejahteraan gajah binaan maupun liar di kawasan Taman Nasional Way Kambas," ujar Zaidi.