Berita

Rayakan Kemerdekaan, 640 Tukik Tuntong Laut Dilepasliarkan di Aceh Tamiang

18/08/2026|Mardili
640 tukik tuntong laut di lepaskan di Muara Pantai Ujung Tamiang Foto BKSDA Aceh - Rayakan Kemerdekaan 640 Tukik Tuntong...

640 tukik tuntong laut di lepaskan di Muara Pantai Ujung Tamiang. | Foto: BKSDA Aceh

Gardaanimalia.comPeringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Aceh Tamiang diwarnai pelepasliaran 640 tukik tuntong laut (Batagur borneoensis) di Muara Pantai Ujung Tamiang, Kuala Pusung Kapal, Senin (17/8/2026). 

Pelepasliaran satwa dilindungi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan konservasi yang digelar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama Satgas Kuala TNI Jhonlin dan Yayasan Satucita Lestari Indonesia (YSLI).

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan momentum kemerdekaan sengaja dimanfaatkan sebagai ajakan kepada masyarakat untuk memaknai kemerdekaan lewat upaya perlindungan satwa liar. 

Menurutnya, keterlibatan masyarakat tidak berhenti pada seremoni pelepasliaran, melainkan mencakup seluruh rangkaian konservasi tuntong laut, mulai dari patroli sarang telur, proses penetasan, hingga pelepasan tukik ke habitatnya. 

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan momentum kemerdekaan menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan melalui upaya perlindungan satwa liar. 

“Momentum kemerdekaan ini kita isi dengan memerdekakan satwa liar, sekaligus mengajak masyarakat terlibat langsung dalam upaya konservasi tuntong laut,” kata Ujang kepada Garda Animalia, Selasa (18/8/2026).

Ujang juga menambahkan, pelibatan masyarakat secara aktif dalam patroli, penetasan, hingga rilis tukik menjadi kunci keberlanjutan program konservasi ini.

“Dengan memobilisasi masyarakat, mereka berperan aktif dalam upaya konservasi tuntong laut, seperti patroli sarang telur, penetasan hingga rilis,” ujarnya. 

Ujang menyebutkan, pelepasliaran tukik di Aceh Tamiang telah berlangsung sejak 2014. Hingga kini, sekitar 7.900 tukik telah dilepasliarkan di wilayah tersebut. 

“Sejak 2014, tukik yang sudah kita lepasliarkan di Aceh Tamiang sekitar 7.900 ekor,” ungkap Ujang. Ia mengatakan Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah penting bagi konservasi Tuntong laut karena habitat satwa tersebut lebih banyak berada di kawasan pantai timur Aceh. 

“Habitat tuntong lebih banyak di pantai timur Aceh,” ujarnya. 

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan pawai kapal hias, upacara penghormatan bendera dan pelepasliaran tukik. 

Lokasi kegiatan merupakan area normalisasi muara yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologis. Pelepasliaran tukik menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem sekaligus agenda konservasi yang dilakukan secara rutin setiap tahun. 

Rangkaian peringatan kemerdekaan kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan untuk masyarakat, seperti balap karung, tarik tambang, lomba hias dan bersih rumah serta lomba hias dan bersih kapal. Kegiatan ditutup dengan syukuran, makan bersama masyarakat, pemberian hadiah lomba dan aksi bersih sampah di sekitar kawasan muara.