Berita  

Gajah Muda Mati di Pusat Latihan Gajah

Anak gajah berusia muda ditemukan mati di dalam areal Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Nasional Way Kambas, Minggu (30/10). | Foto: Dok. warga/Kompas
Anak gajah berusia muda ditemukan mati di dalam areal Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Nasional Way Kambas, Minggu (30/10). | Foto: Dok. warga/Kompas

Gardaanimalia.com – Seekor gajah sumatera ditemukan mati di areal Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Minggu (30/10).

Satwa yang dalam bahasa ilmiah disebut Elephas maximus sumatrensis itu diketahui berusia sekitar 4 tahun dan mati di rawa dalam PLG Way Kambas, sekira pukul 13.00 WIB.

Kepala Balai TNWK, Kuswandono membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, ujarnya, tim medis Balai TNWK masih melakukan proses pemeriksaan guna mengetahui penyebab kematian satwa dilindungi itu.

“Tim medis BTNWK-KLHK dipimpin drh. Esti masih melakukan nekropsi hingga larut malam untuk mencari penyebab kenatian anak gajah tersebut,” jelasnya, melalui pesan WhatsApp, Senin (31/10).

Hingga kini, Kuswandono mengaku pihaknya masih menunggu hasil laboratorium untuk memperoleh kepastian penyebab kematian satwa.

“Kami menunggu hasil dari uji laboratorium untuk mendapatkan kepastiannya,” papar Kuswandono.

Walaupun tak menyebut jumlah gajah yang mati di PLG TNWK, namun Ia mengonfirmasi kematian satwa dilindungi tersebut sudah terjadi beberapa kali.

Menurutnya, kematian gajah sumatera jinak di PLG dikarenakan adanya serangan virus Elephant Endotheliotropic Herpes Viruses (EEHV).

“Beberapa kejadian kematian anak gajah (usia muda) yang terpantau di beberapa lokasi PLG adalah akibat serangan virus EEHV,” ungkap Kuswandono.

Kendati begitu, pihak Balai TNWK tetap belum bisa memastikan penyebab kematian satwa kali ini. Apakah gajah berjenis kelamin jantan tersebut mati akibat EEHV atau tidak.

“Kematian anak gajah kemarin tentu belum dipastikan karena virus tersebut, hingga hasil nekropsi final diperoleh,” kata Kuswandono.

Puluhan Gajah Sumatera Mati Diduga Diburu

Sebelumnya, pada Oktober 2021 lalu, Balai TNWK sempat merilis bahwa terdapat 22 ekor gajah mati di kawasan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

BACA JUGA:
Perdagangan Burung dan Pupusnya Satwa Liar di Pulau Lombok

Matinya puluhan gajah sumatera itu diduga akibat perburuan liar karena bangkai ditemukan dalam kondisi tanpa gading dan gigi.

Dugaan perburuan liar itu diketahui dengan ditemukannya jenis alat berburu berupa satu jaring kabut dan tujuh jerat nilon. Kemudian, 16 jerat sling, 40 jerat sling kecil, dua perangkap kandang, tiga stick, dan 13 tanda perburuan lainnya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, gajah sumatera termasuk jenis satwa dilindungi.

votes
Article Rating

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments