Gardaanimalia.com - Konflik antara manusia dan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) meresahkan masyarakat Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Mengutip Riau Pos, tercatat pada Selasa (4/8/2026), terdapat empat orang korban dengan berbagai luka gigitan. Hingga saat ini 17 orang tercatat menjadi korban gigitan monyet liar sejak kejadian pertama pada Kamis (23/8/ 2026).
"Di antara korban serangan monyet anak-anak," ujar Junaidy, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dalam Media Center Riau, Selasa (4/8/26).
Korban pertama tercatat seorang anak laki-laki yang mengalami luka gigitan di bagian leher. Ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan guna mendapatkan penanganan medis.
Masih di hari yang sama, dua pria dewasa dan seorang anak perempuan juga menjadi korban serangan monyet di kawasan Lorong Kubur, Parit 13, Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan
Korban ada yang mengalami luka gigitan di bagian belakang tubuh, kepala, tangan serta paha.
"Seluruh korban saat ini telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Puri Husada Tembilahan," kata Junaidy.
Kondisi tersebut mendorong tim gabungan, yang terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Polres Inhil, TNI, BPBD, pemerintah kecamatan, serta unsur masyarakat untuk terus memperluas jangkauan pencarian terhadap monyet yang masih berkeliaran di area permukiman warga.
Penyisiran dan berbagai langkah penanganan pun masih terus dilakukan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Inhil, Junaidi Ismail, menyebutkan, pihaknya telah menempuh sejumlah cara untuk menangkap monyet-monyet tersebut.
“Kami memasang jerat dan melakukan pengasapan di sekitar lokasi kemunculan satwa untuk memancing monyet keluar dari persembunyiannya. Namun hingga kini belum berhasil,” ujarnya pada Rabu (5/8/2026).
Sementara itu, Kapolres Inhil AKBP Doni Eko Listianto mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di luar rumah. Ia juga meminta warga tidak menangkap monyet tersebut secara mandiri karena berisiko membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak melakukan penangkapan sendiri. Serahkan penanganannya kepada tim yang sudah bekerja di lapangan,” ucapnya.











