Konten Satwa Eksotis di Youtube Tingkatkan Angka Perdagangan

Gardaanimalia.com - Dari yang awalnya didominasi oleh konten kucing lucu, belakangan sosial media memiliki banyak konten yang mempertontonkan satwa-satwa eksotis dilindungi. Ada video hingga selfie yang melibatkan satwa-satwa liar sebagai satwa peliharaan.
Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh PLOS One, Youtube menjadi salah satu platform yang mendorong perdagangan ilegal satwa eksotis dan dilindungi. Penelitian ini fokus pada reaksi orang terhadap konten di YouTube yang menampilkan primata dan kucing besar yang dijadikan peliharaan.
Hasilnya, rata-rata reaksi yang diberikan melalui teks maupun emoji adalah reaksi yang positif. Dalam hal ini reaksi yang positif ialah komentar yang memuji konten, misalnya "lucu sekali". Sedangkan komentar "itu kejam sekali" dinilai sebagai komentar negatif.
Anne-Lise Chaber, salah satu peneliti dalam studi ini, menyebutkan hal ini terlihat seperti orang-orang mewajarkan interaksi yang sebenarnya tidak wajar dimana satwa liar diperlakukan layaknya peliharaan.
"Kita harus berhenti menganggap wajar interaksi tidak natural dengan satwa liar karena ketika kita mewajarkan hal ini, orang-orang akan terus melakukannya. Pada akhirnya, hal ini akan semakin sulit dikendalikan," ucap Chaber sebagaimana dikutip dari ABC Net, Senin (17/5).
Baca juga: Indonesia Masuk Daftar Negara Eksportir Produk Satwa Liar Terbesar Dunia
Terlebih lagi, Youtube merupakan situs berbagi video terbesar di dunia dan menjadi salah satu platform yang paling berpengaruh di dunia.((Chen Y, Chang C. Early prediction of the future popularity of uploaded videos. Expert Syst Appl. 2019;133:59–74. https://doi.org/10.1016/j.eswa.2019.05.015)) Youtube dinilai dapat memengaruhi persepsi publik untuk menganggap satwa eksotis sebagai peliharaan yang lucu yang kemudian dapat meningkatkan permintaan dan perdanganan satwa liar.
Satwa Liar Paling Populer di Youtube
Masih dari penelitian yang sama yang dipublikasikan oleh PLOS One, satwa liar dari jenis primata dan kucing liar yang populer di Youtube merupakan satwa yang statusnya hampir terancam, rentan, dan terancam punah. Dari video yang diunggah di Youtube sejak 2006 hingga 2019, berikut adalah tabel primata yang terpopuler.((Georgia Kate Moloney, Jonathan Tuk et al. (April 2021). Is YouTube promoting the exotic pet trade? Analysis of the global public perception of popular YouTube videos featuring threatened exotic animals. Plos One))
Jenis (Primata) | Frekuensi Kemunculan | Status |
Monyet capuchin | 29,4% | Least Concern |
Monyet Ekor Panjang | 19,6% | Endangered |
Simpanse | 4,9% | Endangered |
Kukang | 4,9% | Vulnerable |
Gorila | 2,1% | Endangered |
Jenis Kucing Besar
Jenis | Frekuensi | Status |
Harimau | 48,3% | Endangered |
Singa | 31,5% | Vulnerable |
Cheetah | 26,1% | Vulnerable |
Jaguar | 6,4% | Threatened |
Macan tutul | 6,4% | Vulnerable |
Melihat maraknya konten yang berisi satwa liar sebagai peliharaan, Georgia Moloney yang merupakan penulis utama dalam penelitian ini mengatakan perusahaan media sosial seharusnya bertanggung jawab untuk menghentikan persebaran konten satwa eksotis. Ia menyarankan edukasi untuk masyarakat. Salah satu caranya ialah dengan pemberian informasi yang kredibel dan akurat terkait status konservasi satwa dari sumber terpercaya. Dengan adanya informasi tersebut, masyarakat dapat mengambil langkah apakah harus berinteraksi dengan konten satwa liar atau tidak.
Sementara itu, Zara Bending dari Universitas Macquarie, seorang ahli dalam bidang perdagangan satwa eksotis, dalam penelitian yang berbeda juga menyebutkan hal yang kurang lebih sama. Ia menyebutkan bahwa ketika ada yang mengunggah foto atau video bersama dengan satwa liar misalnya harimau, akan ada pesan berbeda yang disampaikan. Pesan tersiratnya bisa memengaruhi orang untuk melakukan hal yang sama yakni memelihara satwa eksotis.
Zara menambahkan di balik konten dan pose lucu dari satwa, ada dampak psikologis tersembunyi yang dirasakan oleh satwa tersebut. Ia juga menyebutkan bagaimana media sosial dan situs jual beli digital berkontribusi dalam peningkatkan perdagangan ilegal satwa liar.((Len Gordon dan James Purtill (8 Mei 2021). From tigers to chimpanzees, how cute social media videos could be driving the exotic pet trade. ABC. https://www.abc.net.au/news/science/2021-05-08/cute-social-media-videos-normalising-exotic-pet-trade/100101262))
"Media sosial adalah tempat paling sering digunakan untuk beriklan satwa yang hendak dijual," ungkap Zara.
Pada tahun 2018 silam, Wordl Wide Fund for Nature (WWF), TRAFFIC dan Internatinonal Fund for Animal Welfare (IFAW) membuat koalisi untuk menghentikan perdagangan satwa liar secara online. Koalisi ini bekerjasama dengan 39 perusahaan teknologi termasuk eBay, Google, Microsoft, dan Tiktok untuk mencegah perdagangan satwa via online. Namun, hingga saat ini perdagangan masih terus ada. Menurutnya, setelah berhasil menutup situs atau akun jual beli, mereka muncul lagi.

Catatan Suram Penganiayaan Satwa Liar di Indonesia
30/08/21
Youtube dan Facebook Didesak Buat Algoritma Khusus Atasi Perdagangan Ilegal Satwa Liar
05/08/21
Konten Satwa Eksotis di Youtube Tingkatkan Angka Perdagangan
17/05/21
Ketika Monpai Diajak Alih Profesi dari Topeng Monyet ke Youtuber
17/03/21
Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap setelah Ketahuan Berdagang Penyu

Macan Dahan yang Masuk Gudang di OKU sudah Dievakuasi
![Berpacu dengan Kepunahan [3]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742879417_fd2dc5f16700a5b9fff5.jpg)
Berpacu dengan Kepunahan [3]
![Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875241_b9bd802809c6c35df99a.jpg)
Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]
![Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875243_39937082cc8949808434.jpg)
Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]

Belasan Gajah Liar Masuk Sawah, Warga Berharap ada Solusi

Dua Opsetan Tanduk Rusa Diamankan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon

Akan Dibawa ke Pulau Jawa, 34 Burung Diamankan di Sampit

FATWA: Komodo Malas Merantau!

Petugas Gabungan Sita 72 Satwa Dilindungi di Mimika

Buntut Konflik di Riau, Harimau Masuk Boxtrap untuk DIevakuasi

Teka-Teki Keberadaan Baza Hitam si Predator Cilik

Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti

FOTO: Perbedaan Orangutan Tapanuli dan Orangutan Sumatera

Labi-labi Ditemukan di Pulau Bawean, BKSDA: Penting untuk Terus Dijaga

Sebanyak 5 Penyu Diamankan dari Penyelundupan, 1 dalam Kondisi Stres

FATWA: Satwa yang 'Bangkit dari Kepunahan'

BKSDA Turun Tangan Pantau Harimau yang Melintasi Kebun

Lima Peniaga Kulit dan Tulang Harimau Diciduk Polisi

Bangkai Paus Terdampar di Simeulue, Evakuasi Terkendala Kondisi Pantai
