Miris, Satwa Disiksa saat Latihan Atraksi Topeng Monyet!

  • Share
Ilustrasi pertunjukan topeng monyet di Jakarta. | Foto: Andri Widiyanto?Media Indonesia
Ilustrasi pertunjukan topeng monyet di Jakarta. | Foto: Andri Widiyanto/Media Indonesia

Gardaanimalia.com – Tindakan Satpol PP Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur razia pelaku pertunjukan topeng monyet di daerah tersebut mendapat dukungan penuh dari Pegiat Satwa Liar.

Pasalnya, aksi-aksi pertunjukan topeng monyet dinilai telah mengekploitasi dan melanggar hak-hak hewan.

“Edukasi sudah berulang kali kami lakukan. Jadi langkah razia ini sudah tepat, untuk memberi efek jera,” ujar Yuga Hermawan, Ketua Lembaga Edukasi Cinta Satwa dan Konservasi, Senin (7/2) dilansir dari Antaranews.

Menurutnya, kelompok topeng monyet itu tidak hanya satu. Yuga menyebut ada kelompok-kelompok lain yang acap kali juga melakukan pertunjukan yang dilakukan dengan cara keliling dari kampung ke kampung.

Ia mengatakan kelompok tersebut beroperasi di wilayah selatan Kabupaten Tulungagung, yang mana pihaknya juga akan melaporkan hal itu kepada petugas agar dapat dilakukan penindakan.

Tujuan pelaporan tersebut, ujar Yuga, dilakukan untuk menyelamatkan satwa monyet yang terus dieksploitasi demi kepentingan ekonomi sang majikan.

Meski begitu, menurut Ketua Lembaga Edukasi Cinta Satwa dan Konservasi, hal terpenting adalah melakukan edukasi terhadap masyarakat tentang topeng monyet tersebut.

Selain kepada masyarakat umum, Yuga mengatakan bahwa pihaknya juga gencar bersosialisasi kepada siswa sekolah berkaitan dengan dampak negatif dari pertunjukan itu.

“Target kami memang generasi-generasi penerus,” tutur Yuga.

Berdasarkan catatan dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN), pertunjukan topeng monyet memiliki pengaruh terhadap psikologi anak.

Begitupun disampaikan oleh Yuga, tontonan topeng monyet cenderung memperlihatkan atau menunjukkan penyiksaan terhadap satwa.

“Mereka anggap dalam pertunjukannya lucu, padahal pada proses pelatihannya penyiksaan,” ungkapnya.

Dalam pertunjukan tersebut, satwa-satwa dituntut untuk bisa melakukan aktivitas layaknya manusia, seperti mengendari sepeda, menirukan gerakan tentara memegang senjata, atau memperagakan manusia memainkan egrang.

BACA JUGA:
Penyelundupan Satwa di Bandara Kualanamu Berhasil Digagalkan

“Itu merupakan pengetahuan yang salah untuk anak-anak, di alam liar tidak begitu,” jelas Yuga.

Ia juga mengaku, pihaknya pernah melakukan edukasi kepada pelaku pertunjukan topeng monyet. Jawaban dari pelaku membuat pihaknya tak berkutik karena bukan lembaga resmi pemerintah yang bisa melakukan penindakan.

“Sempat kami edukasi, tapi mereka bilangnya silakan disita asal diberi uang ganti,” pungkas Yuga.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments