Berita

Seorang Anak di Pelawan Tewas Akibat Interaksi Negatif dengan Satwa Liar, BBKSDA Riau Beri Peringatan

13/07/2026|Rian Akbari
Jejak harimau sumatera Panthera tigris sumatrae di sekitar lokasi kejadian camp pekerja PBPH-HTI PT Madukoro Lestari Tasik...

Jejak harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di sekitar lokasi kejadian camp pekerja PBPH-HTI PT Madukoro Lestari Tasik Estate. | Foto: BBKSDA Riau

Gardaanimalia.com -   Seorang anak berusia 12 tahun tewas diterkam harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI) PT Madukoro Lestari Tasik Estate, Kabupaten Pelalawan pada hari Selasa (7/7/2026). 

Bermula dari laporan manajemen perusahaan yang menyebutkan telah terjadi insiden seorang bocah meninggal dunia disebabkan konflik harimau sumatera. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim bergerak melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. 

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi sekitar pukul 04.30 WIB ketika korban sedang menemani kakaknya mencuci peralatan makan di kamar mandi camp. Menurutnya, saat kejadian korban berada di luar kamar mandi. Sementara, pagar pelindung bagian belakang camp dalam kondisi rusak akibat mengalami kerusakan. 

“Korban ditemukan sekitar 10 meter di belakang camp dengan luka pada bagian leher kiri dan kanan,” ungkapnya dalam siaran pers Kementerian Kehutanan.

Berdasarkan hasil identifikasi, tim menemukan jejak harimau sumatera di sekitar camp. Jejak tersebut berukuran panjang sekitar 16 sentimeter dan lebar 15 sentimeter, dengan jarak langkah terjauh antara kaki depan dan belakang sekitar 120 meter. 

Selain itu, tim juga melakukan pemasangan camera trap di sekitar lokasi kejadian. Namun hingga waktu petang, tim masih menerima laporan adanya kemunculan harimau di sekitar lokasi kejadian sehingga tim BBKSDA melakukan mitigasi lanjutan dengan patroli malam dan pemantauan lewat drone thermal. 

“Dari hasil drone thermal terlihat harimau sumatera masih berkeliaran di sekitar lokasi,” lanjutnya. 

Supartono mengungkapkan, berdasarkan analisis tim lapangan diduga adanya satwa mangsa peliharaan di dalam camp pekerja yang memicu harimau sumatera mendekati ke sekitar lokasi camp. Sebagai langkah mitigasi, petugas bersama pihak perusahaan melakukan penyitaan terhadap satwa mangsa tersebut.

Patut diketahui, lokasi camp pekerja PBPH-HTI PT Madukoro Lestari berjarak sekitar 5,3 kilometer dari kawasan Taman Nasional Zamrud dan 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER). 

BBKSDA Riau mengimbau seluruh masyarakat, pekerja dan perusahaan yang beraktivitas di lokasi habitat harimau sumatra agar meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas seorang diri terutama pada malam hari.