Berita

Anak Beruang Madu Terjerat di Pasaman, Kaki Kiri Depan Alami Luka Robek

13/07/2026|Andri Mardiansyah
Proses evakuasi anak beruang madu yang terjerat oleh tim gabungan Foto Resor Konservasi Wilayah 1 Pasaman - Anak Beruang...

Proses evakuasi anak beruang madu yang terjerat oleh tim gabungan. | Foto: Resor Konservasi Wilayah 1 Pasaman

Gardaanimalia.com - Tim gabungan dari Resor Konservasi Wilayah (RKW) 1 Pasaman, BKSDA Sumatera Barat, Centre for Orangutan Protection (COP), dan dokter hewan setempat berhasil mengevakuasi seekor anak beruang madu (Helarctos malayanus).

Satwa dilindungi tersebut, ditemukan terlilit jerat tali nilon di kawasan perkebunan kelapa sawit, Sungai Pandahan, Nagari Sundata Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman.

Kepala RKW I Pasaman, Edi Susilo, mengungkapkan bahwa saat dievakuasi pada Jumat (10/6/2026), anakan beruang madu berjenis kelamin betina dan diperkirakan berusia 1 tahun tersebut, mengalami luka serius pada kaki kiri bagian depan.

"Evakuasi ini menambah daftar panjang penanganan konflik beruang di Pasaman. Dalam dua bulan terakhir saja, sudah dua individu beruang yang terpaksa kita evakuasi," ujar Edi Susilo, Senin (13/6/2026).

Edi menjelaskan, saat tim gabungan tiba di lokasi, mereka mendapati beruang dalam kondisi terjebak di semak belukar akibat lilitan sling jerat tali nilon.

Satwa ini, diduga kuat sempat berhasil menarik diri hingga terlepas dari kayu pancang jerat utama sejak sehari sebelumnya. Namun, karena jerat nilon masih mengikat kuat pergelangan kakinya, pergerakan beruang tersebut akhirnya terkunci di rimbunnya semak.

"Untuk menghindari tingkat stres yang tinggi pada beruang sekaligus menjaga keamanan tim di lapangan, dokter hewan melakukan tindakan pembiusan medis menggunakan sumpit tiup," kata Edi.

Dia menambahkan, proses pembiusan membutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga anakan beruang tersebut pingsan sepenuhnya.

Setelah dipastikan aman, tim medis bergerak cepat memotong jerat nilon yang melilit bagian kaki beruang tersebut. Akibat lilitan jerat tali nilon yang kencang, kaki kiri depan anak beruang mengalami luka robek yang cukup dalam serta pembengkakan hebat.

Usai penanganan darurat, petugas memindahkan tubuh satwa menggunakan jaring khusus ke dalam kandang evakuasi di mobil operasional untuk dilarikan ke Kantor Resort RKW 1 di Lubuk Sikaping.

Ingatkan Peran Penting Beruang Madu di Alam

Uploaded content
Jerat tali nilon yang melilit kaki kiri depan anak beruang madu. | Foto: Resor Konservasi Wilayah 1 Pasaman

Edi mengingatkan bahwa peristiwa ini menjadi alarm keras bagi kelestarian ekosistem hutan khususnya di Pasaman.

Di alam liar, beruang madu memegang peran krusial sebagai "arsitek hutan" dan agen reboisasi alami. Dengan cakarnya yang kuat, mereka membongkar kayu lapuk untuk mencari rayap dan semut, sebuah proses yang secara tidak langsung membantu mempercepat pembusukan material organik guna menyuburkan tanah hutan.

Tidak hanya itu, beruang madu kata Edi, merupakan satwa pemakan buah-buahan. Beruang madu bertindak sebagai penyebar biji tanaman hutan yang sangat efektif melalui kotorannya, memastikan regenerasi vegetasi hutan tetap berjalan.

Namun sayangnya, eksistensi beruang madu itu kian terancam oleh maraknya pemasangan jerat di pembatas hutan dan perkebunan warga. Penggunaan jerat baik jerat tali nilon maupun sling kawat baja yang kerap dipasang untuk babi hutan malah menjadi pembunuh senyap yang tidak pandang bulu.

Ketika satwa dilindungi seperti beruang madu melangkah masuk ke area ini, jerat tidak hanya menyebabkan cacat fisik permanen akibat infeksi luka, tetapi juga bisa menyebabkan kematian perlahan akibat kelaparan dan stres.

Menurut Edi, jika tren pemasangan jerat ini terus dilakukan, populasi beruang madu di Sumatera dikhawatirkan akan merosot tajam menuju kepunahan.

"Satwa ini akan dirawat secara penuh oleh tim medis hingga kesehatannya pulih total, sebelum nantinya kita lepasliarkan kembali ke habitat aslinya," tutup Edi.