Berita  

Terluka dan Terjebak di Sungai, Kaki Sang Tapir Diduga Patah

Seekor tapir berhasil diselamatkan oleh warga dan tim BKSDA saat terjebak di aliran sungai di Batu Busuk, Padang. | Foto: Katasumbar
Seekor tapir berhasil diselamatkan oleh warga dan tim BKSDA saat terjebak di aliran sungai di Batu Busuk, Padang. | Foto: Katasumbar

Gardaanimalia.com – Seekor tapir (Tapirus indicus) ditemukan terjebak di aliran sungai sekitar perkampungan warga di Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat.

Sejumlah warga yang mengetahui hal tersebut, dalam sebuah video yang beredar tampak berusaha untuk menyelamatkan sang tapir dari dalam sungai dengan menggunakan tali dan menariknya.

Ardi Andono, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat pun mengonfirmasi hal itu dan mengatakan bahwa saat ini satwa langka tersebut sudah berada di kantor BKSDA.

“Betul. Ada tapir yang terjebak dalam sungai. Masyarakat melaporkan kejadian pada Kamis sore yang menyatakan seekor tapir terjebak di sungai dan mengalami luka,” kata Ardi, Jumat (18/2) dilansir dari Detik.

Ia menerangkan, usai pihaknya melakukan evakuasi, satwa dilindungi tersebut dibawa ke Tempat Transit Satwa (TTS) BKSDA Sumatera Barat yang berlokasi di Padang.

Selain itu, Ardi mengungkapkan, saat pemeriksaan awal, mamalia herbivora besar tersebut diketahui mengalami luka pada bagian kaki depan sebelah kanan dan kemungkinan patah.

“Hari ini akan kita bawa ke Rumah Sakit Hewan untuk rontgen dan pemeriksaan lebih lanjut,” lanjut Ardi.

Tapir merupakan binatang herbivora yang memakan dedaunan muda di sepanjang hutan atau pinggiran sungai. Ia memiliki bentuk tubuh seperti babi, telinga yang mirip badak, dan moncongnya panjang mirip trenggiling.

Perlu diketahui, bahwa di Asia Tenggara sebarannya meliputi bagian selatan Burma, Thailand bagian selatan, serta semenanjung Malaysia dan Indonesia.

Akan tetapi, saat ini di Indonesia, satwa langka tersebut hanya bisa dijumpai di Sumatera, itupun hanya pada bagian selatan Danau Toba hingga ke Lampung.

“Harapan kita bersama semoga satwa tapir tersebut bisa sembuh sehingga secepatnya dapat dilakukan lepas liar ke habitatnya kembali,” pungkas Ardi.

BACA JUGA:
BKSDA Sulut Akui Pelabuhan Bitung Menjadi Jalur Penyelundupan TSL
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments