Berita

Warga Tulungagung Selamatkan Dua Kucing Kuwuk yang Lolos dari Api

26/08/2026|Irvan Sjafari
Kucing kuwuk yang ditemukan warga diserahkan kepada petugas BBKSDA Jawa Timur Foto BBKSDA Jawa Timur - Warga Tulungagung...

Kucing kuwuk yang ditemukan warga diserahkan kepada petugas BBKSDA Jawa Timur. | Foto: BBKSDA Jawa Timur

Gardaanimalia.com - Musim kemarau yang dipengaruhi El Nino Godzilla membuat lahan dan vegetasi menjadi sangat mudah terbakar. Satwa liar yang menghuni kawasan tersebut menjadi kelompok pertama yang terdampak ketika kebakaran terjadi.

Dua ekor kucing kuwuk (Prionailurus javanensis) remaja dievakuasi oleh warga bernama Muhamad Miftakhul Akbar di areal persawahan. Kedua kucing itu diduga melarikan diri dari sebuah hutan yang terbakar di sekitar sana.

Menyadari bahwa kucing kuwuk adalah satwa dilindungi, Miftakhul memilih untuk tidak memeliharanya. Ia mengamankan dan melaporkannya kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur pada Kamis (20/8/2026).

Berdasarkan laporkan itu, keesokan harinya Tim Matawali Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Kediri segera mendatangi kediaman pelapor di Dusun Bendiljet, Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung.

Polisi Hutan SKW I Kediri BBKSDA Jawa Timur Akhmad David Kurnia Putra menjelaskan, menurut warga yang menyelamatkan, kucing itu ditemukan di area sawah yang dekat dengan hutan jati yang sedang terbakar.

Miftakhul mulanya berniat melepasliarkannya langsung. Namun, mengingat kebakaran masih terjadi di beberapa titik dan khawatir akan ada pemburu, ia urung melakukannya.

Ia kemudian melaporkannya ke polsek setempat, tetapi polsek setempat menyarankan untuk merawatnya sementara.

“Akhirnya warga tersebut mendapatkan info tentang BBKSDA Jawa Timur dan menghubungi call center-nya,” tutur Akhmad David, Selasa (25/8/2026). 

Setelah sampai ke lokasi, petugas menilai kucing masih sangat aktif dan memutuskan untuk melepasliarkannya kembali. Beberapa lokasi sekitar Kecamatan Kalidawir telah disurvei, tetapi ternyata juga terdapat titik-titik kebakaran di area itu.

“Akhirnya kami melihat kawasan di Jalan Lintas Selatan Tulungagung areal hutan Perum Perhutani di Desa Panggungkalak, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung yang masih hijau dengan tajuk yang rapat dan sungai kecil yang mengalir. Di tempat itulah kami melepaskan kedua kucing kuwuk tersebut,” ungkap David.

Lokasi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kondisi habitat berupa tegakan heterogen, keberadaan sungai kecil sebagai sumber air, serta jaraknya yang relatif jauh dari permukiman.

Peristiwa ini sekaligus memperlihatkan sisi lain kebakaran hutan dan lahan yang kerap luput dari pandangan. Pihak BKSDA mengatakan, api bukan hanya persoalan berapa hektare lahan yang terbakar. Bagi satwa liar, perubahan habitat secara tiba-tiba dapat berarti kehilangan tempat berlindung, sumber pakan, hingga memaksa mereka mendekati ruang hidup manusia.

Mereka pun mengapresiasi tindakan yang diambil warga untuk menyelamatkan kucing kuwuk, dengan tidak berniat untuk menguasai atau memeliharanya.