Warna tubuhku sangat jelas
Hitam dan putih
Layaknya kehidupan
Kadang merekah dan kadang pedih
Namaku Tapir
Mataku kecil sejak lahir
Makanan kesukaanku daun dan buah kecil
Hidupku di hutan yang asri... sebelum ada yang mengganggu rumah kami
Jumlahku dan keluargaku tidak lagi banyak
Kami terancam
Rumah kami dihantam
Oleh kebun sawit dan juga tambang
Aku hanya berjalan di rumahku sendiri
Entah mengapa sudah ada aspal di sana
Kawanan manusia menghampiri
Aku tidak tahu harus bagaimana
Renggut! Kau renggut nyawaku!
Belum puas menjajah rumahku
Kau sembelih aku untuk disantap
Tertawa dan kenyang, Kau Biadab!
Aku tidak pernah mengganggu
Bahkan aku sangat pemalu
Aku hanya butuh makan untuk hidup
Seakan daun dan ranting muda liar hanya diperuntukkan kepadamu
Oh, Manusia...
Betapa malang dirimu dan keturunanmu
Hanya dapat menghancurkan tanpa menghasilkan
Sungguh kehancuran ini, akan kalian lakukan sampai kapan?
















