Gardaanimalia.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyebut seekor gajah liar yang videonya viral setelah mengejar warga di Kampung Kute Gelime, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, diduga merupakan gajah jantan dispersal. Gajah dispersal adalah fase gajah jantan memisahkan diri dari kelompok untuk mencari wilayah jelajah baru.
Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan analisis awal tim menunjukkan gajah tersebut merupakan gajah jantan yang sedang bergerak mencari wilayah jelajah. Pergerakannya yang masuk terlalu dekat dengan aktivitas masyarakat kemudian memicu kepanikan warga.
“Yang satu ekor itu, analisa awalnya gajah jantan dispersal yang sedang merunut areal jelajah. Sehingga menimbulkan kepanikan di areal yang terlalu dekat dengan masyarakat,” kata Ujang saat dikonfirmasi Garda Animalia, Senin (31/8/2026).
Ujang menjelaskan, lokasi kemunculan gajah tersebut bukan merupakan kawasan yang biasa dilalui gajah.
“Lokasi tersebut memang jarang dilalui gajah,” ujarnya.
Ujang mengatakan tim BKSDA Aceh telah turun ke lokasi untuk menangani keberadaan gajah tersebut. Petugas melakukan pemantauan sekaligus menggiring gajah secara perlahan agar kembali menuju kawasan hutan.
“Tim kita juga sudah turun ke lokasi untuk menggiring gajah kembali ke hutan,” ungkapnya.
Reje Kute Gelime, Sukri IB, menyampaikan perkembangan terbaru terkait pergerakan satwa tersebut. Menurutnya, gajah yang sebelumnya berada di Kute Gelime kini telah bergerak menuju wilayah Kampung Kala Ketol.
“Hari ini gajah tersebut sudah bergerak ke Kampung Kala Ketol,” kata Sukri.
BKSDA Aceh mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika menemukan keberadaan gajah liar dan tidak melakukan penanganan sendiri.
“Kita mengimbau agar lebih berhati-hati dan aktif melaporkan ke perangkat setempat atau petugas. Jangan menangani sendiri karena membahayakan bagi masyarakat maupun gajahnya,” pungkas Ujang.
Masyarakat yang menemukan keberadaan gajah liar juga dapat menghubungi call center BKSDA Aceh di 0853-6283-6024 untuk melaporkan kondisi dan lokasi kemunculan satwa tersebut.













