Gardaanimalia.com - Kawanan gajah sumatera liar dilaporkan mendekati permukiman warga di Kampung Bah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Sedikitnya lima rumah kebun milik warga rusak karena aktivitas kawanan satwa dilindungi tersebut.
Reje Kampung Bah, Mudesedang, mengatakan keberadaan gajah mulai terpantau di sekitar desa. Satu ekor gajah bahkan disebut berada sekitar 500 meter dari permukiman warga.
“Betul, rumah perkebunan warga sekarang gajah di sekitaran desa,” kata Reje Kampung Bah kepada Garda Animalia, Kamis (27/8/2026).
Keberadaan kawanan gajah (Elephas maximus sumatranus) diketahui dari jejak tapak dan kotoran yang ditemukan di sekitar perkebunan warga. Sebagian besar kawanan masih berada di area kebun dengan jarak lebih dari satu kilometer dari kampung.
Menurutnya, kerusakan rumah kebun terjadi dalam beberapa hari terakhir. Warga menemukan sedikitnya lima rumah kebun dalam kondisi rusak setelah didatangi gajah.
“Rumah kebun diobrak-abrik, lima rumah,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat pemerintah kampung mengimbau warga agar untuk sementara tidak beraktivitas di kebun, terutama di lokasi yang menjadi jalur pergerakan kawanan gajah.
Jumlah gajah yang berada di kawasan tersebut juga disebut meningkat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Sekitar tiga tahun lalu, warga hanya melihat dua ekor gajah. Kini, jumlahnya diperkirakan mencapai 10 ekor.
Keberadaan kawanan gajah juga sempat memicu kecelakaan yang dialami seorang warga. Sekitar lima hari lalu, seorang warga yang hendak menuju kebun berpapasan dengan rombongan gajah di jalan. Karena panik, sepeda motor yang dikendarainya terjatuh dan menimpa dua anaknya. Salah satu anak mengalami patah kaki.
Reje kampung menegaskan kecelakaan tersebut bukan akibat serangan gajah, melainkan terjadi karena warga panik saat melihat kawanan satwa tersebut.
“Bukan karena diserang gajah, tetapi karena panik melihat gajah,” ucapnya.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, membenarkan informasi mengenai keberadaan kawanan gajah tersebut. Ia mengatakan tim Resort BKSDA Aceh telah bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Benar informasi tersebut. Tim Resort BKSDA sudah bergerak ke lokasi,” kata Ujang saat dikonfirmasi Garda Animalia, Jumat (28/8/2026).
Pergerakan tim BKSDA Aceh dilakukan menyusul laporan keberadaan kawanan gajah yang semakin dekat dengan aktivitas warga serta kerusakan rumah kebun.
Tim di lapangan akan memantau keberadaan dan pergerakan kawanan gajah sekaligus melihat kondisi lokasi untuk menentukan langkah penanganan konflik manusia dan gajah.
Warga sementara diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sekitar lokasi keberadaan kawanan gajah untuk mencegah pertemuan langsung yang dapat membahayakan manusia maupun satwa.














