Menu
Berita

BKSDA Bengkulu Gunakan Drone Thermal Pantau Gajah Sumatera

21/09/2026|Lisa Rosari
Ilustrasi gajah sumatera Foto Hadly VavaldiWikimedia Commons - BKSDA Bengkulu Gunakan Drone Thermal Pantau Gajah Sumatera

Ilustrasi gajah sumatera. | Foto: Hadly Vavaldi/Wikimedia Commons

Gardaanimalia.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu manfaatkan drone thermal untuk memantau kelompok gajah liar di Bengkulu.

Penggunaan alat dengan pemindaian suhu ini baru pertama kali diterapkan di kawasan Bentang Alam Seblat (BAS), di Bengkulu. Ini adalah salah satu bentuk inovasi dan penguatan upaya konservasi oleh Kementerian Kehutanan dalam mendukung perlindungan gajah sumatera di habitat alaminya.

Kepala BKSDA Bengkulu, Agung Nugroho, mengatakan hasil monitoring menunjukkan satu kelompok gajah liar berjumlah 17 ekor, terdiri dari 4 ekor anakan dan 13 ekor remaja hingga dewasa.

Keberadaan anakan dalam kelompok ini menunjukkan bahwa proses reproduksi dan regenerasi populasi masih berlangsung di habitat alami Bentang Alam Seblat.

"Dari hasil pemantauan ini, kita dapat mengetahui secara langsung keberadaan kelompok gajah beserta struktur populasinya tanpa memberikan gangguan yang signifikan terhadap satwa," kata Agung, Senin (21/9/2026).

Agung mengatakan, kegiatan monitoring ini menjadi sangat penting, terutama setelah kematian dua ekor gajah liar beberapa waktu lalu, serta sejumlah kasus kematian gajah yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya di kawasan Bentang Alam Seblat dan sekitarnya.

Berbagai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa gajah sumatera masih menghadapi tekanan serius, baik akibat konflik manusia dan satwa liar, degradasi habitat, maupun ancaman lainnya.

"Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan langkah perlindungan dan pengelolaan habitat yang lebih tepat sasaran," ujar Agung.

Kelompok yang berhasil dipantau, kata Agung, merupakan satu dari beberapa kelompok gajah liar yang berada di Bentang Alam Seblat.

Ke depannya, monitoring dan pengamanan habitat akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan seluruh kelompok gajah di Bentang Alam Seblat tetap terpantau dan terlindungi. 

"Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga habitat gajah sumatera dan mendukung upaya konservasi yang sedang dilakukan. Keberadaan gajah sumatera merupakan bagian penting dari ekosistem hutan yang harus kita jaga bersama," tutupnya.