Bangkai Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Kawasan Hutan Produksi

  • Share
Seekor gajah sumatera ditemukan mati di kawasan hutan produksi di Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. | Foto: Istimewa/Antero Aceh
Seekor gajah sumatera ditemukan mati di kawasan hutan produksi di Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. | Foto: Istimewa/Antero Aceh

Gardaanimalia.com – Seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) ditemukan mati di kawasan hutan produksi di sekitar wilayah Pucuk Krueng Pase Lintas KKA-Jabal Antara Kilometer 33, Minggu (20/2) sore.

Lebih tepatnya, bangkai satwa dilindungi itu didapati berada di tepi aliran sungai Dusun Jabal Antara Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara.

Penemuan tersebut awalnya diketahui oleh warga setempat, kemudian informasi itupun sampai ke petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Aceh Utara.

Selang satu hari, tim gabungan yang terdiri dari personel Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Lhokseumawe, Polhut BKSDA Aceh, dokter hewan BKSDA Aceh, personel PLG Saree, polisi, dan empat orang perangkat desa setempat tiba di lokasi, Selasa (22/2).

Nurdin, tim Resort KSDA 11 Aceh Utara SKW I Lhokseumawe, BKSDA Aceh mengatakan bahwa satwa dilindungi tersebut diduga telah mati sekitar enam hari yang lalu.

“Setibanya di TKP, petugas menemukan seekor gajah sumatera jantan berusia lebih kurang 11-12 tahun dan diperkirakan sudah mati sekitar enam hari yang lalu,” ucap Nurdin, Selasa (22/2) malam.

Berdasarkan hasil olah TKP yang dilakukan oleh personel Satreskrim Polres Lhokseumawe, petugas tidak menemukan adanya benda-benda yang mencurigakan atau kejadian tindak pidana secara fisik.

“Kematian gajah ini bukan karena adanya tindak pidana,” ungkap Nurdin, dikutip dari Satu Aceh News.

Hal itu disampaikan oleh Nurdin, karena dokter hewan BKSDA Aceh telah melakukan nekropsi terhadap bangkai satwa endemik Pulau Sumatera tersebut, dan diduga satwa mati karena berkonflik sesama gajah liar.

“Hal ini dikuatkan dengan adanya lubang bekas tusukan gading dan gading itu berada di dekat gajah sumatera tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut hasil nekropsi menunjukkan bahwa ada beberapa luka tusuk yang diperkirakan akibat terkena gading dari rombongan gajah liar lainnya.

BACA JUGA:
Penjual Kakatua Maluku di Facebook Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Sehingga, kata Nurdin, di tubuh satwa liar dilindungi itu tidak ada tanda kekerasan lain yang ditemukan selain tusukan gading gajah lain tersebut.

Sementara itu, ia juga menerangkan bahwa gading gajah ditemukan utuh melekat pada tubuh satwa langka tersebut dengan rincian panjang gading sebelah kiri 66 sentimeter, diameter lingkar padat 19 sentimeter dan pangkal 22 sentimeter.

Kemudian, lanjutnya, gading sebelah kanan memiliki panjang 66 sentimeter, diameter lingkar padat 19 sentimeter dan pangkal 20 sentimeter.

Dalam pemeriksaan laboratorium, petugas juga melakukan pengambilan beberapa sampel dari bagian tubuh gajah sumatera.

“Ada beberapa sampel yang diambil yaitu hati, jantung, limpa, usus, feses dan lidah untuk pemeriksaan laboratorium. Petugas juga mengamankan gading gajah dengan ukuran panjang 66 cm sebelah kanan dan 66 cm sebelah kiri,” pungkasnya.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments