Berita

Mengintip Potensi Taman Kehati Titra Investama, Harapan Baru Spesies Burung di Minangkabau

17/07/2026|Andri Mardiansyah
Ilustrasi elangularbido salah satu spesies yang teridentifikasi hidup di Taman Kehati Tirta Investama Foto Nrik kiranWiki...

Ilustrasi elangularbido, salah satu spesies yang teridentifikasi hidup di Taman Kehati Tirta Investama. | Foto: Nrik kiran/Wikimedia Commons

Gardaanimalia.com - Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) PT Tirta Investama (Aqua) Pabrik Solok, Sumatera Barat kini menjelma sebagai lanskap potensial bagi perlindungan avifauna alias burung di tanah Minangkabau.

Kawasan konservasi ini membuktikan bahwa area korporasi ternyata mampu bertransformasi menjadi harapan rumah baru yang menyediakan daya dukung lingkungan optimal bagi kelangsungan hidup ribuan spesies burung.

Potensi besar kawasan ini tercermin dari struktur vegetasi yang rapat dan ekosistem yang terjaga, menjadikannya rumah ramah bagi satwa liar di tengah ancaman fragmentasi habitat.

Kondisi ideal tersebut mendorong Kelompok Pemerhati Aves (KPA) Ducula Bicolor Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat untuk melakukan kajian monitoring intensif.

Ketua Tim Peneliti, KPA Ducula Bicolar, Azmi mengungkapkan, dari hasil riset awal yang dilakukan menunjukkan fakta bahwa kekayaan potensi habitat di Taman Kehati ini dibuktikan dengan teridentifikasinya dua spesies burung predator dan pemakan buah yang statusnya dilindungi oleh undang-undang.

Kata Azmi, kehadiran elangular bido (Spilornis cheela) dan takur bukit (Psilopogon oorti) mengonfirmasi bahwa kawasan ini memiliki rantai makanan yang sehat dan fungsi hutan yang berjalan sangat baik.

Daya tarik ekologis Taman Kehati Tirta Investama kian diperkuat dengan temuan variasi spesies baru yang memanfaatkan area ini sebagai ruang jelajah.

"Tim peneliti mencatat adanya keberadaan takur ungkut-ungkut (Psilopogon haemacephalus), ciung batu siul (Myophonus caeruleus), hingga burung madu kelapa (Anthreptes malacensis) yang beraktivitas secara alami," kata Azmi, Kamis (16/7/2026).

Dijelaskan Azmi, secara ekologis, manfaat terbesar dari keberadaan Taman Kehati Tirta Investama adalah fungsinya sebagai tempat bersarang (nesting site), mencari makan (foraging area), dan tempat berlindung satwa di luar kawasan hutan konservasi negara. Sehingga, bisa menjadikannya koridor penyelamat bagi migrasi lokal burung-burung di kawasan Kabupaten Solok dan sekitarnya.

Menurut Azmi, penelitian lapangan yang melibatkan lima mahasiswa kehutanan Universitas Muhammadiyah Sumbar secara berkelanjutan menjadi langkah strategis untuk memetakan potensi tersebut secara ilmiah.

Menggunakan standar operasional keselamatan kerja, tim kata Azmi, menyusuri zona-zona hijau perusahaan untuk mendokumentasikan keanekaragaman jenis burung yang hidup berdampingan dengan aktivitas industri.

"Monitoring berkala ini memberikan kontribusi besar bagi dunia konservasi ornitologi (ilmu burung) di Sumatera Barat melalui penyediaan data riil. Informasi kelimpahan spesies ini menjadi indikator biologis yang valid bahwa intervensi pengelolaan lingkungan oleh pihak swasta, juga mampu menjaga stabilitas ekosistem lokal," tutupya.