Kanguru Pohon Papua, Satwa Endemik yang Masih Dikonsumsi

  • Share

Gardaanimalia.com – Kanguru merupakan satwa khas yang terkenal di Benua Hijau, Australia. Di Indonesia terutama di Papua, terdapat beberapa jenis kanguru endemik yang hidup arboreal. Mereka dikenal dengan nama kanguru pohon. Jenis kanguru ini menempati hingga 80% luas wilayah Papua dengan sebaran yang berbeda-beda. Walaupun hewan ini tersebar luas, IUCN mencatat bahwa populasi dari mamalia ini mengalami penurunan populasi dengan ancaman perburuan untuk dikonsumsi oleh penduduk setempat, fragmentasi, dan degradasi habitat akibat dari pembukaan lahan.

Morfologi dan Sosial Kanguru Pohon

Satwa ini termasuk dalam keluarga Macropodidae dengan ciri khas kantung pada bagian depan badannya. Kantung tersebut akan terbuka saat berkembang biak dan memiliki empat kelenjar susu pada individu betina. Selain hidup di atas pohon, kanguru pohon terkadang turun ke tanah untuk mencari minum dan berteduh di bawah rimbunnya kanopi pohon.

Panjang badan hewan ini mencapai 500-800mm, dengan panjang ekor 40-94cm, tinggi badan 52-81cm, dan berat badan dewasanya berkisar 6-18 kg. Tungkai depan dan belakang milik hewan berkantung ini memiliki panjang yang sama serta terdapat cakar khusus yang berfungsi untuk memanjat pohon. Hewan herbivora ini hanya bisa memanjat pohon yang memiliki batang beralur dengan bantuan tumbuhan merambat sebagai pegangan.

Hewan berkantung ini hidup secara sosial yang biasa disebut mob. Satu kelompok memiliki satu jantan dominan yang berhak untuk menjaga dan mengawini semua betina yang ada di kelompok tersebut. Apabila terdapat jantan lain yang dapat mengalahkan jantan dominan, maka jantan yang menang tersebut kemudian mewarisi hak dominannya.

Jenis-jenis Kanguru Pohon yang Dilindungi

Terdapat enam jenis kanguru pohon di Indonesia, namun berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 tahun 2018 hanya ada lima jenis kanguru yang dilindungi di Indonesia. Diantaranya adalah Kanguru pohon ndomea (Dendrolagus dorianus), Kanguru pohon hias (Dendrolagus goodfellowi), Kanguru pohon wakera (Dendrolagus inustus), Kanguru pohon mbaiso (Dendrolagus mbaiso), dan Kanguru pohon nemena (Dendrolagus ursinus). Sementara itu berdasarkan CITES, hanya ada dua jenis yang dilindungi yaitu Kanguru pohon wakera dan Kanguru pohon nemena. Kedua jenis kanguru tersebut masuk dalam daftar apendiks II.

BACA JUGA:
Sering Dianggap Sama, Inilah Perbedaan Rusa dan Kijang

1. Kanguru Pohon Ndomea (Dendrolagus dorianus)

Kanguru ini termasuk salah satu jenis kanguru pohon terbesar. Spesies ini memiliki rambut panjang dan lebat berwarna coklat, memiliki telinga hitam, dan termasuk dalam kategori Rentan (Vulnerable) berdasarkan daftar merah IUCN. Spesies ini tersebar luas di Papua Nugini dan hidup pada hutan tropis pegunungan primer menengah dengan ketinggian 600-3.650 mdpl.

Kanguru Pohon Papua, Satwa Endemik yang Masih Dikonsumsi
Kanguru pohon ndomea. Foto: www.palmoildetectives.com

2. Kanguru Pohon Hias (Dendrolagus goodfellowi)

Penghuni pegunungan tengah hingga bawah Papua Nugini ini merupakan spesies kanguru pohon yang paling kecil diantara spesies lainnya. Spesies ini hidup dalam hutan lebat pada ketinggian 1000-3000 mdpl. Spesies ini pun mudah dikenali di antara spesies lain karena memiliki dua garis berwarna keemasan di bagian bokong mereka, warna rambut coklat terang atau merah, memiliki empat tungkai berwarna kuning keemasan, dan ekor panjang berbintik emas dan coklat. Berdasarkan daftar merah IUCN, status konservasi kanguru ini tergolong genting (Endangered).

Kanguru Pohon Papua, Satwa Endemik yang Masih Dikonsumsi
Kanguru pohon hias. Foto: Western Sydney Institute of TAFE

3. Kanguru Pohon Wakera (Dendrolagus inustus)

Pemilik status daftar merah oleh IUCN dengan kategori Rentan (Vulnerable) ini memiliki ciri-ciri rambut yang berwarna abu-abu arang. Ia juga memiliki warna coklat pucat pada pada bagian bawahnya, memiliki telinga berwarna hitam dengan jari kaki, dan ekor silindris lebat berwarna gelap. Panjang tubuhnya mencapai 75-90cm dengan berat badan berkisar 8-15kg. Ukuran badan individu jantan relatif lebih besar daripada individu betina. Kanguru yang juga dikenal dengan sebutan kanguru pohon kelabu ini menempati habitat hutan hujan tropis primer dan sekunder dengan ketinggian mencapai 1.400mdpl di bagian utara dan barat Papua.

4. Kanguru Pohon Mbaiso (Dendrolagus mbaiso)

Mamalia berkantung yang satu ini merupakan satwa endemik di Papua Nugini. Mereka dapat ditemukan di Taman Nasional Lorentz dan Cagar Alam Enarotali. Satwa ini hidup pada kisaran ketinggian 2.700-3.500 mdpl pada pegunungan hutan berlumut atau semak belukar. Spesies ini memiliki status Terancam (Endangered) berdasarkan daftar merah IUCN sejak tahun 2016. Hewan yang dipercaya sebagai roh leluhur dari masyarakat lokal ini memiliki ciri-ciri berukuran cukup besar dengan panjang badan 52-81cm, memiliki ekor yang panjang dengan ukuran 40-94cm, dengan berat badan mencapai 6,5-14,5kg. Merka juga memiliki rambut berwarna hitam lebat dengan warna putih pada bagian dada dan wajah.

BACA JUGA:
Perlukah Pemusnahan Kelelawar Dilakukan Demi Cegah Corona?
Kanguru Pohon Papua, Satwa Endemik yang Masih Dikonsumsi
Kanguru pohon mbaiso. Foto: IUCN Redlist

5. Kanguru Pohon Nemena (Dendrolagus ursinus)

Kanguru jenis ini memiliki rambut berwarna hitam pada kepala dan bagian punggungnya. Merek juga memiliki rambut berjumbai pada sisi telinga, hidung berwarna coklat kehitaman, dan rambut yang agak kasar. Ciri-ciri fisik pada individu jantan berbeda dengan individu betina. Pada individu jantan warna pipi, dagu, leher, ujung ekor dan bagian depan tubuh adalah putih kekuningan, sementara pada individu betina warna pipi, dagu, leher ujung ekor dan bagian depan tubuh adalah putih kecoklatan serta memiliki ujung ekor berjumbai putih.

Hewan yang memiliki nama lokal “Semai” atau “Unijo” ini berstatus Genting (Endangered) berdasarkan daftar merah IUCN. Satwa ini banyak ditemui di Papua Nugini, namun beberapa penelitian juga menemukan mereka di Vogelkop, Papua Barat. Spesies ini hidup di pegunungan dengan ketinggian tertinggi yaitu 2.860 mdpl.

Kanguru Pohon Papua, Satwa Endemik yang Masih Dikonsumsi
Kanguru pohon nemena. Foto: www.naturepl.com
  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments