Berita

Komunitas Family Satwa Sidoarjo Ajak Warga Tak Lagi Takuti Ular

11/08/2026|Irvan Sjafari
Komunitas Family Satwa Sidoarjo menyerahkan ular kepada BBKSDA Jawa Timur - Komunitas Family Satwa Sidoarjo Ajak Warga Tak...

Komunitas Family Satwa Sidoarjo menyerahkan ular kepada BBKSDA Jawa Timur.

Gardaanimalia.com - Di kalangan pendaki gunung dan pencinta reptil, ia disapa Pak De Tohir. Ia adalah salah seorang penggagas Family Satwa Sidoarjo, komunitas yang berdiri tujuh tahun silam dan kini beranggotakan sekitar 15 orang yang meyakini bahwa satwa liar dan manusia bisa hidup berdampingan secara damai. 

Salah satu kampanye komunitas ini adalah mengajak masyarakat untuk tidak lagi takut berlebihan terhadap ular. Tohir dan kawan-kawannya tak segan turun langsung memberi edukasi bahwa tidak semua ular berbisa dan harus dibunuh. 

“Di beberapa daerah di Jawa, hanya sebagian kecil ular yang berbisa dan berbahaya. Selebihnya aman, bahkan membantu menjaga ekosistem alam,” ujar Tohir kepada Garda Animalia, Senin (10/8/ 2026). 

Salah satu upaya yang patut diacungi jempol terjadi pada Selasa (4/8/ 2026) di Desa Tanggul Kidul, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. 

Saat itu, Family Satwa Sidoarjo menyerahkan empat ekor ular kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur agar mendapat penanganan sesuai kaidah konservasi dan kesejahteraan satwa. 

“Ular banyak masuk ke permukiman karena habitatnya sudah tergusur oleh rumah manusia. Sekarang banyak sawah yang diubah jadi perumahan, bukan satu-dua tapi ratusan, sehingga hewan-hewan pindah ke permukiman,” jelas Tohir. 

Bagi BBKSDA Jatim, penyerahan empat ekor ular ini menjadi angin segar yang menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan satwa liar. Kepala BBKSDA Jatim, Nur Patria Kurniawan, mengapresiasi langkah Family Satwa Sidoarjo. 

“Kami berterima kasih karena telah membantu sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat luas akan pentingnya kesadaran terhadap kelestarian satwa, khususnya ular. Selanjutnya kami menunggu rilis untuk mengirim reptil-reptil itu ke Cagar Alam Sempu,” ucap Nur Patria saat dihubungi Garda Animalia, Selasa (10/8/ 2026).

Sementara itu, laman resmi BBKSDA Jatim menyebutkan, Komunitas Family Satwa Sidoarjo mengamankan keempat ular tersebut dari masyarakat, dan semuanya dalam keadaan sehat.

Keempat ular itu terdiri dari tiga ekor sanca kembang (Malayopython reticulatus) yang berstatus tidak dilindungi, dan satu ekor sanca bodo (Python bivittatus) yang merupakan spesies dilindungi. 

Saat ini, keempat ular tersebut berada di Kandang Transit Unit Penyelamatan Satwa BBKSDA Jatim di Sidoarjo untuk menjalani observasi dan perawatan yang diperlukan, termasuk pemeriksaan karakteristik biologisnya.