KP3L dan BKSDA Kalbar Sita Ratusan Burung Jalak Kerbau Ilegal

KP3L dan BKSDA Kalbar Sita Ratusan Burung Jalak Kerbau Ilegal
Burung jalak kerbau yang disita di Kalbar. Foto: BKSDA Kalbar

Gardaanimalia.com – Upaya penyelundupan ratusan burung jalak kerbau (Acridotheres javanicus) terjadi di Pontianak. Hal ini diketahui setelah Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan Laut (KP3L) menerima informasi dari masyarakat terkait pengiriman burung melalui Pelabuhan Dwikora, Pontianak, pada Minggu (7/2/2021) lalu.

Berdasarkan informasi tersebut, KP3L Pelabuhan Dwikora Pontianak dan petugas BKSDA Kalbar Pos Pelabuhan Dwikora Pontianak kemudian melakukan penelusuruan. Hasilnya, petegas menemukan ratusan burung yang terkurung dalam keranjang.

Mengutip dari unggahan akun Instagram resmi milik BKSDA Kalbar, terdapat 10 keranjang yang ditemukan petugas dari dalam bak muatan sebuah mobil truk. Dari pemeriksaan sementara, kendaraan tersebut akan menuju Pulau Jawa.

KP3L dan BKSDA Kalbar Sita Ratusan Burung Jalak Kerbau Ilegal
Penggalan upaya penyelundupan jalak kerbau. Foto: BKSDA Kalbar

Tim kemudian membawa seluruh keranjang yang berisikan puluhan ekor burung tersebut ke Pos BKSDA Kalbar Pelabuhan Dwikora Pontianak untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya, burung yang jumlahnya 174 ekor itu tidak memiliki dokumen resmi.

Baca juga: Satwa Liar Jadi Korban ‘Perang’ Manusia dengan Alam

Dalam unggahan yang sama, BKSDA Kalbar menuliskan bahwa penyelundupan burung dari Kalimantan Barat dalam jumlah besar kemungkinan merupakan modus perdagangan satwa liar.

“Peredaran satwa ilegal yang tidak terkontrol dapat mengkibatkan menurunnya populasi dan mengancam kelestariannya,” tulis BKSDA Kalbar pada Selasa (10/2/2021) di Instagram.

Tentang Burung Jalak Kerbau

KP3L dan BKSDA Kalbar Sita Ratusan Burung Jalak Kerbau Ilegal
Petugas memeriksa burung jalak yang diselundupkan. Foto: BKSDA Kalbar

Burung Jalak Kerbau merupakan salah satu jenis burung jalak dari keluarga Sturnidae Genus Acridotheres dengan nama ilmiahnya Acridotheres Javanicus. Burung ini juga dikenal sebagai kerak kerbau, jalak hitam, jalak ungu, dan jalak. Burung ini menyebar luas di Asia Timur, Asia Tenggara dan Kepulauan Indonesia bagian barat.

Dikutip dari Jenisburung.co, karakteristik Jalak Kerbau pada umumnya berukuran sedang yakni sekitar 25 cm. Burung ini memiliki bulu berwarna abu-abu tua atau ungu kehitaman pada kepala, sayap, dan ekor. Burung ini memiliki bercak putih pada bulu primer yang terlihat mencolok sewaktu terbang.

BACA JUGA:
BKSDA Kembalikan Burung Bangau Langka ke Habitatnya

Karena kicauannya yang bagus, jalak kerbau banyak dicari terutama spesies bermata dan kaki putih. Spesies itu dianggap memiliki mental sangat berani. Selain itu, burung ini termasuk hewan yang rajin berkicau dengan variasi yang harmonis dan terkadang menirukan kicauan burung lain.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments