Berita

Lahir Sehat, Kehadiran Bayi Gajah Sumatera jadi Kado Istimewa di Hari Kemerdekaan

20/08/2026|Meza Swastika
Seekor bayi gajah sumatera Elephas maximus sumatranus lahir dalam keadaan sehat di Pusat Konservasi Gajah PKG Jalur 21 Pad...

Seekor bayi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) lahir dalam keadaan sehat di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan pada Senin (17/8/2026). | Foto: Kementerian Kehutanan

Gardaanimalia.com - Kabar menggembirakan datang dari upaya konservasi gajah Sumatera di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Seekor bayi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) lahir dalam keadaan sehat, pada Senin (17/8/2026).

Kelahiran gajah sumatera ini menjadi kado istimewa di hari kemerdekaan Republik Indonesia. Bayi gajah berjenis kelamin betina itu lahir dari pasangan gajah bernama Lestari sebagai induk betina dan Gapula sebagai induk jantan. 

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Daniwari Widiyanto dalam siaran pers resmi Kementerian Kehutanan mengatakan, kondisi bayi gajah saat ini sehat. Tim medis bersama para mahout terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi induk dan anak tetap baik. Menurut Daniwari, kelahiran tersebut menjadi kabar positif bagi upaya menjaga keberlangsungan populasi gajah sumatera. 

“Ini merupakan momen istimewa dan sangat bermakna bagi upaya konservasi satwa dilindungi di Indonesia. Apalagi kelahirannya bertepatan dengan momen bahagia, yakni hari kemerdekaan Indonesia,” ujar Daniwari. 

Sejauh ini, bayi gajah tersebut belum memiliki nama. BKSDA Sumatera Selatan akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan sebelum menentukan nama bagi anak gajah tersebut. Dalam hal perawatannya, BKSDA Sumsel juga memberikan perhatian khusus terhadap bayi gajah yang masih berusia kurang dari seminggu itu. 

Pengamanan dan pengawasan dilakukan secara ketat untuk memastikan proses adaptasi dan pertumbuhannya berlangsung dengan baik. Untuk memastikan kesehatan bayi gajah dan induknya, BKSDA Sumsel menerapkan pemantauan intensif selama 24 jam sepanjang tujuh hari. 

Kondisi cuaca yang cukup panas di kawasan PKG Jalur 21 juga menjadi perhatian tim medis. Petugas menyiapkan tempat berteduh atau shelter yang memadai serta memastikan ketersediaan air minum dan fasilitas untuk mandi. 

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu menjaga suhu tubuh sekaligus mempertahankan kondisi dan daya tahan Lestari serta anaknya pada masa awal setelah kelahiran. Perawatan juga tidak hanya difokuskan kepada bayi gajah. 

Kondisi induknya, Lestari, turut menjadi perhatian. Tim meningkatkan kualitas dan ketersediaan nutrisi pakan harian serta memberikan tambahan suplemen berupa buah-buahan untuk membantu pemulihan kondisi fisiknya setelah melahirkan. Daniwari berharap kelahiran ini dapat menjadi pertanda positif bagi masa depan populasi gajah sumatera. 

“Ini momen yang sangat menggembirakan. Mudah-mudahan menjadi harapan cerah ke depan agar populasi gajah bisa meningkat dan habitatnya tetap terjaga,” katanya.