Gardaanimalia.com - Jika selama ini museum, kebun binatang, dan buku-buku ensiklopedia menjadi media untuk mengenalkan keberagaman satwa liar, sekarang kita punya opsi yang lebih beragam.
Dengan ponsel, orang tua dapat mengenalkan satwa liar kepada anak-anak dengan cara yang lebih menarik, yaitu melalui gim. Apalagi, kini beragam jenis gim terus bermunculan. Menggunakan media ini, anak akan lebih tertarik untuk berkenalan dan mencari tahu serba-serbi dunia satwa liar.
Berikut lima gim edukasi dengan latar satwa liar dan habitatnya yang bisa dimainkan bersama anak:
1. Wonder Zoo: Animal Rescue
Perburuan masih menjadi ancaman bagi kehidupan satwa liar hingga saat ini. Untuk mengenalkan isu ini kepada anak, gim bernama Wonder Zoo: Animal Rescue hadir dan memberikan simulasi penyelamatan satwa dari perburuan ilegal.
Gim yang dikembangkan Gameloft dan diperbarui pada bulan Februari 2023 ini menawarkan interaksi antara pemain terhadap berbagai jenis satwa liar dan lanskap habitatnya.
Karena dikemas dalam bentuk simulasi melalui gim interaktif, pemain dapat memahami bahwa perburuan ilegal terhadap satwa liar masih terjadi.
Tidak hanya itu, gim ini juga mengenalkan konsep konservasi eksitu yang dikemas dalam simulai pembangun kebun binatang yang memprioritaskan kesejahteraan satwa liar.
2. BeastBoxs
Jika biasanya gim edukasi hanya berputar pada jenis RPG (Role-Playing Game) atau simulasi, Ben Mirin dan Cornell Lab of Ornithology bekerjasama dengan beberapa organisasi menciptakan gim daring pertama di dunia yang memungkinan para pemainnya untuk menciptakan musik dari suara satwa liar.
Menariknya, para pemain akan diajak mengenal keberagaman satwa liar beserta ekosistemnya melalui sampel suara satwa liar yang direkam Mirin dan rekan-rekannya.
Ben Mirin merekam suara satwa dari seluruh dunia dan mengubahnya menjadi loop, menciptakan berbagai beat, break, dan drop yang menghibur.
Melalui gim ini, Mirin mengedukasi masyarakat untuk lebih mengenal satwa liar dan tempat tinggalnya melalui suara.
3. WildCraft: Animal Sim
Dikembangkan oleh Turbo Rocket Games, WildCraft: Animal Sim merupakan gim simulasi yang menawarkan sudut pandang baru bagi para pemain.
Jika, biasanya gim simulasi menunjukkan manusia sebagai pemerannya, maka Animal Sim mengajak para pemain untuk menjelajahi alam sebagai satwa liar, mulai dari petualangan hingga membangun keluarga sebagai satwa liar.
Dalam gim ini juga terdapat opsi satwa yang bisa disimulasikan, mulai dari serigala, lynx, rubah, dan banyak lainnya.
Dari gim ini, para pemain dapat lebih memahami kehidupan satwa liar di alam, termasuk bagaimana cara mereka bertahan hidup.
Menunjukkan Realita Perdagangan Lewat Gim
Sebenarnya selain tiga gim di atas, ada juga gim lokal The Adventure Jalak dan Pora: Free Cockatoos! yang juga terinspirasi pada tingginya perdagangan terhadap satwa liar.
The Adventure Jalak, sebuah gim klasik yang hadir ditengah maraknya perdagangan ilegal satwa liar, khususnya jalak bali (Leucopsar rothschildi) di Indonesia.
Dikembangkan oleh Miracle Gates Studio, gim ini mengajak para pemainnya untuk lebih peduli terhadap isu satwa liar.
Sedangkan Pora: Free Cockatoos! merupakan gim yang dikembangkan oleh NED Studio. Permainan ini mengajak para pemainnya untuk memahami banyaknya modus penyelundupan satwa liar.
Gim ini menceritakan perjalanan si ikan Pora yang berusaha membebaskan kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea) yang terperangkap dalam botol-botol plastik di pelabuhan. Gambaran ini sama seperti bagaimana perdagangan atau penyelundupan burung paruh bengkok kerap yang ditemukan di pelabuhan.Sayangnya, gim-gim tersebut sudah tidak rilis kembali. Tidak diketahui sebabnya. Namun, manfaat edukasi dari game ini diharapkan masih bisa dirasakan oleh para pemainnya.
Beragam gim terus bermunculan, berbagai jenis petualangan seru dihadirkan untuk menarik minat belajar dan keingintahuan pemain khususnya anak-anak terkait isu satwa liar.
Harapannya, melalui berbagai gim interaktif ini para pemain akan semakin sadar bahwa kehadiran satwa liar merupakan bagian penting dari hidup kita dan juga tanggung jawab kita untuk memastikan populasi dan habitatnya tetap lestari.
Terakhir, jangan lupa untuk bermain dengan bijak ya, Kawan Satwa! Perhatikan durasi bermain dan selalu temani anak-anak yang berinteraksi dengan gawai.















