Gardaanimalia.com - “Kenapa hutan ini mulai rusak? Karena owa jawa mulai punah. Hubungannya apa? Owa jawa adalah hewan yang bikin hutan itu sehat. Jadi ibaratnya nih, hutan yang sehat itu hutan yang beragam jenis tanamannya, bukan yang satu jenis tanaman–itu kebon namanya. Owa jawa ibaratnya nih, dia makan pisang [lalu] dia buang kulitnya atau fesesnya di situ, tumbuhlah pohon pisang. Dia makan apel di situ, dia buang di situ, tumbuh apel…”
Tunggu, pause dulu videonya!
Cuplikan berdurasi 4 menit 7 detik dari itu adalah bagian dari special show stand up comedy Pandji Pragiwaksono.
Lalu, apakah benar keberadaan owa jawa sangat berpengaruh bagi kesehatan hutan?
Dalam jurnal Kartono et al. (2002), penggunaan waktu harian rata-rata owa jawa adalah beristirahat (39,1%), makan (30,3%), bergerak (24,1%), dan aktivitas sosial (6,5%).
Nah, aktivitas harian owa jawa itulah yang berkontribusi dalam menjaga hutan.
Owa jawa mulai beraktivitas antara pukul 06.05-06.25, diawali dengan berpindah dari pohon tidurnya untuk mencari makan.
Primata ini mencari makan di pohon-pohon berbuah, berpindah dari satu pohon ke pohon lain dan mencari sumber pakan yang baru.
Hutan memanfaatkan stamina owa jawa yang gemar berpindah untuk membantu regenerasi tumbuhan melalui penyebaran biji secara alami. Sebab ketika selesai makan, owa membuang biji-bijian dan feses sembarangan di lantai hutan–mungkin ini asal mula sindiran populer “buang sampah sembarangan sama dengan monyet!*
Feses owa berperan sebagai pupuk alami yang kaya nutrisi sehingga tanah hutan subur dan konservasi tumbuhan berjalan optimal.
Selepas membuang biji tumbuhan dan feses di lantai hutan, di saat itulah muncul individu tumbuhan baru yang menghuni hutan.
Selain itu, primata secara umum juga membantu mengendalikan populasi serangga di hutan (Ziyus et al., 2019). Peran-peran itulah yang dibutuhkan untuk menjaga kelestarian hutan kita secara alami.
Setelah seharian beraktivitas, owa jawa akan masuk ke dalam tempat tidurnya antara pukul 16.45-17.15.
Waktu yang digunakan owa jawa untuk beraktivitas dalam sehari di hutan terbilang cukup panjang. Bayangkan hal itu berulang setiap hari, owa seperti bekerja tanpa libur dalam menjaga kelestarian hutan.
Penjaga Hutan Itu Tetap Terancam
Klik!
Video yang mempertontonkan Pandji mengenakan batik kembali diputar. Selanjutnya kalimat yang keluar ialah:
“Si owa jawa ini populasinya berkurang sehingga kesehatan hutan terdampak, kenapa? Karena sekarang bayi owa jawa merupakan hewan peliharaan eksotis masyarakat Indonesia…”
Sebelumnya, kita membahas bagaimana owa memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan dan kelestarian hutan. Namun, sayangnya berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN), populasi owa jawa yang memiliki nama ilmiah Hylobates moloch kini berstatus endangered (terancam punah).
Tren populasi owa jawa menurun. Diperkirakan populasinya menurun sebesar 50 persen atau lebih selama tiga generasi (2001-2015, 2016-2030, 2031-2045).
Penurunan ini disebabkan oleh gabungan ancaman hilangnya habitat hutan dan perburuan untuk daging maupun peliharaan bagi masyarakat lokal atau nasional.
Kutipan komedi tunggal Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan spesialnya berjudul Juru Bicara atau Komoidoumenoi pada 2022 ini berhasil mengundang gelak tawa penonton.
Mirisnya, materi tersebut bukan sekadar lelucon belaka, meskipun harapan saya begitu. Materi yang disampaikan adalah fakta, keterancaman hidup satwa di hutan itu nyata, manusia berhadapan langsung dengan dampaknya.
Hutan memberikan owa tempat tinggal, owa merawat hutan selayaknya mereka mempunyai hak kepemilikan, dan kehadiran mereka membawa kehidupan bagi manusia.
Primata bukan hanya kondimen dalam tatanan ekosistem, tetapi juga erat kaitannya dengan budaya dan legenda, seperti cerita rakyat lutung kasarung dan hanoman dalam Ramayana.
Oleh karena itu, kita butuh keanekaragaman jenis primata ataupun satwa lainnya untuk menghuni hutan. Mengutip Masdira Tiandy Ketua LPHD Way Kalam, Lampung Selatan, “Hutan gak butuh kita, tapi kita yang butuh hutan.”
*Meskipun sama-sama primata, sebenarnya owa bukan monyet, melainkan kera. Kita bahas perbedaannya di artikel selanjutnya, ya!

















