Berita

BKSDA Aceh Evakuasi Beruang Madu Kesasar Kebun Warga

08/06/2026|Irvan Sjafari
Penanganan medis terhadap beruang madu yang terjerat di kawasan perkebunan Foto Instagram BKSDA Aceh - BKSDA Aceh Evakuas...

Penanganan medis terhadap beruang madu yang terjerat di kawasan perkebunan. | Foto: Instagram BKSDA Aceh

Gardaanimalia.com - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Ujang Wisnu Barata mengapresiasi warga Gampong Gunong Buloh, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, sebab mereka segera melapor ketika menemukan seekor beruang madu terjerat di kebun pada Jumat (5/6/2026) lalu.

Dengan demikian, pihak BKSDA Aceh dapat segera menyelamatkan beruang madu (Helarctos malayanus) tersebut. 

Operasi penyelamatan dilakukan bersama personel Polres Jaya Aceh dan Pusat Kajian Satwa Liar Universitas Syah Kuala pada hari yang sama. Satwa dilindungi berjenis kelamin betina itu diselamatkan dalam keadaan baik.

Tim kemudian melakukan penanganan medis berupa pelepasan jerat, pembersihan luka, pemberian vitamin, antibiotik, dan antiparasit guna memastikan kondisi satwa kembali sehat.

Dari rekomendasi dokter hewan, beruang madu berusia sekitar 5 tahun dengan berat 56 kilogram itu dinyatakan layak dilepasliarkan. Satwa dirilis di lokasi yang telah disepakati bersama masyarakat setempat.

“Keesokan harinya beruang madu itu sudah bisa dilepasliarkan di habitatnya yang memang tidak jauh dari kampung itu. Berung madu betina hanya melintas di kebun warga. Hanya saja kami mengimbau agar warga tidak lagi memasang jerat karena selain membahayakan satwa, juga membahayakan manusia,” ujar Ujang kepada Garda Animalia, Senin (8/6/2026).

Ujang pun meminta warga yang tinggal di dekat hutan untuk tidak melepas ternaknya dengan mengangon terutama pada waktu hari masih gelap, yaitu subuh sampai menjelang malam. Karena beruang madu adalah satwa liar yang aktif di malam hari.

“Kalau melihat beruang madu, usir dengan bunyi-bunyian seperti mercon dan melapor kepada kami. Mari bersama menjaga kelestarian satwa liar dan habitatnya demi keseimbangan ekosistem yang berkelanjutan,” ucap Ujang.

Peristiwa beruang madu berada ke permukiman bukan pertama kali terjadi.

Pada 5 Mei 2025, Tim BKSDA Aceh pernah menghalau beruang madu yang kerap muncul di permukiman warga Gampong Ie Lhop, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat (Abdya).

Mengatasi peristiwa ini, BKSDA dibantu oleh tim Orangutan Information Center (OIC), dan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) serta dukungan Muspika Kecamatan Tangan-Tangan.

Penghalauan beruang madu dilakukan dengan meletuskan mercon, dengan harapan beruang kembali ke kawasan hutan. Kala Pada peristiwa itu, kedatangan beruang madu dipicu oleh kandang kambing milik warga yang berlokasi dekat dengan gunung, sehingga menarik perhatian beruang untuk mencari makanan.