Berita  

BBTNBBS Larang Masyarakat Memberi Makan Satwa Liar

Ilustrasi monyet ekor panjang memakan saat buah-buahan. | Foto: Nyoman Hendra Wibowo/Antara Foto
Ilustrasi satwa liar monyet ekor panjang memakan saat buah-buahan. | Foto: Nyoman Hendra Wibowo/Antara Foto

Gardaanimalia.com – Pengguna jalan Sanggi-Bengkunat di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Kabupaten Tanggamus, diminta tak memberi makan satwa liar.

Plt. Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Ismanto mengatakan, kebiasaan tersebut dapatĀ mengubah insting liar satwa.

Tak hanya itu, lanjutnya, memberi makan hewan liar juga akan berdampak terhadap banyaknya sampah yang ditinggalkan di sekitar kawasan taman nasional.

Pada saat aksi bersih sampah di ruas Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Selasa, (16/8), Ismanto mengimbau masyarakat tidak memberi makan satwa.

“Kami mengimbau kepada pengendara atau pelintas agar tidak memberikan makan kepada satwa liar di sepanjang kawasan hutan TNBBS,” ungkapnya.

Karena dengan memberi makan satwa liar di sepanjang jalan kawasan hutan TNBBS akan mengganggu atau dapat mengubah sifat liarnya.

Dampak lainnya, yaitu satwa yang awalnya mencari makan secara mandiri di hutan, kemudian akan menjadi bergantung kepada manusia.

“Jika terbiasa diberi makanan, akan mengubah pola mencari makannya, tidak lagi masuk ke hutan melainkan menunggu di tepi jalan untuk mencari makan,” tegasnya.

Kemudian, Ismanto menyampaikan bahwa hal tersebut juga dapat mengakibatkan banyak sampah yang berserakan di tepi jalan.

“Seperti apa yang akan kita lakukan pada hari ini yaitu membersihkan sampah ada di sepanjang jalan kawasan hutan TNBBS,” ucapnya.

Aksi Bersih Sampah

Aksi bersih-bersih sampah oleh Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan PLN UID Lampung tersebutĀ dilaksanakan pada Rabu (17/8).

Kegiatan itu merupakan salah satu rangkaian untuk memperingati Hari Konservasi Alam Nasional 2022, sekaligus memeriahkan HUT ke-77 RI.

Ismanto menambahkan, dalam kegiatan tersebut terkumpul sebanyak 1 ton 10 kilogram sampah, yang kemudian dibawa ke TPS Pekon Srikuncoro.

BACA JUGA:
Konflik Buaya Tinggi, BKSDA Kalteng Imbau Masyarakat Tak Buang Sampah ke Sungai

Adapun sampah terdiri dari organik dan anorganik seperti botol-botol plastik, kemasan makanan ringan, dan bekas air dalam kemasan.

Lebih lanjut,ujarnya, sampah tersebut dipilah dan akan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat melalui Badan Amal Sampah Assaadah Srikuncoro.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments