Berita

Kabur Dari Solo Safari, Orangutan Didi Langsung Dievakuasi

21/08/2026|Wahyu Nur Hanifah
Orangutan jantan Didi yang kabur dari dalam exhibit Solo Safari Foto Kementerian Kehutanan - Kabur Dari Solo Safari Orang...

Orangutan jantan Didi yang kabur dari dalam exhibit Solo Safari. | Foto: Kementerian Kehutanan

Gardaanimalia.com - Taman Solo Safari atau Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) sempat ramai dibicarakan usai seekor seekor orangutan jantan bernama Didi berhasil kabur dari area exhibit pada Selasa (18/8/2026) pukul 15.00 WIB.

Dalam kurun 30 menit, orangutan berusia 30 tahun itu berhasil dievakuasi dengan selamat oleh tim TSTJ.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Didi dipastikan dalam kondisi baik dan sehat. 

Usai kejadian tersebut, Tim TSTJ memeriksa area exhibit dan menambahkan sistem pembatas. Selain itu, dilakukan pula pemangkasan pohon yang dapat dijadikan orangutan sebagai sarana untuk melompat keluar area exhibit.

BKSDA Jawa Tengah meminta pengelola untuk mengevaluasi dan memeriksa secara menyeluruh area pemeliharaan satwa.

“Langkah ini diperlukan untuk memastikan sarana dan sistem pengamanan memenuhi standar keselamatan, kesejahteraan satwa, serta perlindungan pengunjung dan petugas,” ujar Kepala BKSDA Jawa Tengah, Dyah Sulistyari, dalam rilis di laman Kementerian Kehutanan, Selasa (18/8/2026).

Sementara, pengelola TSTJ menjelaskan bahwa ada empat lapisan pengaman yang berhasil dilewati Didi hingga berhasil keluar dari exhibit, yaitu gatters, electric fence, pulau, hingga danau.

Kurator Solo Safari, Muhammad Nur Hidayanto, menjelaskan bahwa seluruh peralatan itu telah diperiksa dan berfungsi normal.

Pria yang akrab disapa Tanto itu juga memastikan bahwa electric fence dalam keadaan aktif dan tidak mengalami kerusakan ketika Didi berada di luar exhibit.

Dirinya juga membantah anggapan bahwa orangutan dewasa tersebut meniru keeper untuk mematikan aliran listrik.

"Kalau kita bilang kemarin ada statement dia meniru keeper melepas elektrik, itu tidak benar. Elektrik itu tidak dilepas. Yang bisa mengoperasikan itu hanyalah manusia," ujarnya, Rabu (19/8/2026), melansir Jogja Viva.

Ia menduga, Didi memanfaatkan benda yang berada di lingkungan sekitarnya untuk keluar dari exhibit, misalnya dengan menggunakan ranting atau benda lain yang dapat mengganggu fungsi electric fence.

"Dia tahu kalau ranting itu bisa nge-grounding elektrik. Dia itu bisa mengubur, terus memasukkan itu," kata Tanto.

Akan tetapi, ia menegaskan dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai cara yang digunakan Didi saat keluar dari exhibit.

Sebagai pengelola, kemampuan belajar orangutan menjadi salah satu yang harus terus dipelajari. Sebab, dikatakan bahwa Didi memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan mampu mempelajari benda maupun kondisi di sekitarnya.

"Karena memang harus dia belajar tiap hari, kita pun juga belajar tiap hari," ujar Tanto.