Edukasi

Mengenal Labi-Labi Bintang: Ciri, Habitat, Persebaran, dan Ancaman Kepunahannya

16/07/2026|Yulia Maharani
Labi-labi bintang salah satu penunggu Sungai Ciliwung Foto Konservasi DAS Ciliwung - Mengenal Labi-Labi Bintang Ciri Habi...

Labi-labi bintang salah satu penunggu Sungai Ciliwung. | Foto: Konservasi DAS Ciliwung

Gardaanimalia.com - Di Indonesia ada tujuh jenis labi-labi dari famili Trionychidae salah satu yang masuk dalam kategori terancam adalah labi-labi bintang (Chitra chitra). 

Labi-labi bintang merupakan kura-kura cangkang lunak yang hidup di perairan tawar Indonesia. Satwa ini termasuk kedalam jenis langka dengan persebaran terbatas di Sumatera bagian timur dan pulau Jawa, salah satunya di sungai Ciliwung. 

Mengutip laman DAS Cilwung, keberadaan satwa ini jarang ditemukan. Agar lebih mengenal satwa unik satu ini, mari kita bahas mulai dari karakteristik hingga ancamannya

Ciri Labi-Labi Bintang 

Melansir Kompas, labi-labi bintang dewasa dapat mencapai berat hingga 200 kilogram dengan panjang tubuh sekitar 140 sentimeter. Ukuran tersebut menjadikannya salah satu spesies labi-labi terbesar di Asia. Meskipun bertubuh besar, satwa ini memiliki kepala yang relatif ramping dengan moncong panjang berbentuk tabung yang berfungsi sebagai alat pernapasan saat sebagian besar tubuhnya masih terbenam di dasar sungai. 

Matanya berukuran kecil dan terletak di bagian atas kepala, sehingga memudahkannya mengamati lingkungan sekitar sambil tetap bersembunyi. Berbeda dengan kura-kura pada umumnya, labi-labi bintang memiliki cangkang lunak dan pipih yang dilapisi kulit tebal tanpa sisik keras. 

Cangkangnya berwarna cokelat tua dengan pola garis-garis dan bercak berwarna lebih terang yang membentuk motif menyerupai pancaran bintang. Pola inilah yang menjadi asal-usul nama "labi-labi bintang". 

Selain memberikan tampilan yang khas dan eksotis, motif tersebut juga berfungsi sebagai kamuflase yang membantu satwa ini menyatu dengan dasar sungai berpasir. 

Melansir dari laman YIARI, kaki labi labi yang kuat dan dilengkapi selaput renang yang membantu pergerakan di dalam air. Bentuk tubuh yang pipih serta warna tubuh yang menyerupai substrat sungai membuat satwa ini sangat sulit ditemukan di habitat alaminya. Adaptasi tersebut memungkinkan labi-labi bintang bersembunyi dengan efektif sambil menunggu mangsa mendekat.

Persebaran Wilayah 

Selain di Sungai Ciliwung, labi-labi bintang juga dapat ditemukan di sejumlah wilayah lain di Indonesia, seperti Sumatera bagian timur, Sungai Bengawan Solo, dan Pulau Karimun Jawa. 

Mengutip IUCN Red List, spesies ini tidak hanya tersebar di Indonesia, tetapi juga ditemukan di Malaysia dan Tailan. 

Berdasarkan penelitian labi-labi bintang mampu hidup optimal di sungai berukuran sedang hingga besar dengan tingkat kekeruhan rendah dan dasar sungai yang didominasi substrat pasir. 

Habitat seperti ini cocok untuk mereka karena menyediakan sumber pakan yang melimpah, seperti ikan, udang, dan moluska, sekaligus ruang gerak yang memadai bagi labi-labi bintang yang berukuran relatif besar.

Dengan karakter habitat seperti ini membuat labi-labi bintang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan membenamkan diri di dasar sungai. Ini dilakukan dengan tujuan menghindari predator, bersembunyi untuk menyergap mangsa , dan menyesuaikan suhu tubuh. 

Memiliki tubuh yang besar, mereka tidak banyak bergerak dan lebih banyak diam menunggu mangsa untuk dimakan. Labi-labi bintang khususnya betina akan bergerak dari dasar sungai bergeser ke tepi sungai berpasir untuk membuat sarang dan bertelur di saat musim hujan.

Peran dalam Ekosistem 

labi-labi bintang merupakan predator yang berperan sebagai pengontrol populasi dalam air agar tetap seimbang. Labi-labi bintang merupakan predator puncak dan menjadi spesies kunci (keystone species) setelah buaya di sungai. Memiliki ukuran tubuh yang besar dan sifat agresif, labi-labi bintang dapat memangsa ikan, kepiting, kerang, udang dan satwa air lainnya dalam jumlah dan ukuran yang besar. 

Melansir dari Jagat Satwa, dengan memakan mangsa dalam jumlah yang besar dapat mengatur populasi mangsa, ikut dalam siklus nutrisi, dan berkontribusi pada kesehatan habitatnya secara menyeluruh. 

Ancaman Hidup 

Hingga saat ini kehidupan labi-labi bintang masih  terancam karena penangkapan untuk diperjualbelikan, dipelihara dan dikonsumsi. Selain daging, telur labi-labi bintang juga kerap diburu untuk dikonsumsi. 

Selanjutnya, dampak penurunan kualitas habitat sangat berpengaruh terhadap labi-labi bintang di alam liar. Kualitas habitat menurun karena adanya perubahan aliran sungai, pembangunan, polusi, dan pengerukan pasir. 

Di tengah ancama ini satwa liar satu ini berstatus terancam punah (Critically Endangered) dan untuk subspesies Jawa (Chitra-chitra javanensis) bahkan Tidak Dievaluasi (Not Evaluated) dalam IUCN.

Di Indonesia, labi labi bintang juga dilindungi sebagaimana diatur dalam peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan nomor P16 tahun 2018. Kondisi ini menunjukkan bahwa labi-labi bintang dan labi labi bintang jawa (Chitra chitra javanensis) semakin sulit ditemui keberadaannya di alam liar.