Berita

Usut Kasus Gajah Mati di Riau, Kepolisian Periksa 40 Saksi

23/02/2026|Nadaa
Tim medis melakukan proses nekropsi terhadap seekor gajah sumatra yang ditemukan mati tanpa kepala dan gading Foto BBKSDA...

Tim medis melakukan proses nekropsi terhadap seekor gajah sumatra yang ditemukan mati tanpa kepala dan gading. | Foto: BBKSDA Riau

Gardaanimalia.com - Penyelidikan terus berlanjut. Pihak kepolisian berupaya menunjukkan komitmennya dalam mengawal kasus gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) tanpa kepala di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, melalui Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menyampaikan, proses penyelidikan masih terus berjalan dan dilakukan secara intensif oleh jajaran Polres Pelalawan bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau.

“Polda Riau berkomitmen penuh dalam penegakan hukum terhadap pelaku perburuan satwa dilindungi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Kami pastikan kasus ini menjadi atensi serius,” tegas Pandra, Kamis (19/2/2026).

Berdasarkan penyidikan, Polres Pelalawan dan Ditreskrimsus Polda Riau telah memeriksa 40 saksi yang terdiri dari petugas keamanan (satpam), pegawai yang bekerja di areal konsesi perusahaan, serta masyarakat di sekitar kawasan hutan lindung tempat ditemukannya bangkai gajah.

Selain itu, penyidik juga meminta keterangan pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi.

“Ini termasuk dugaan jaringan penjualan gading gajah,” tulis rilis Humas Polda Riau.

Dalam proses penyelidikan, Polda Riau juga berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau.

Pendekatan yang dilakukan mengedepankan metode scientific crime investigation. Tim Laboratorium Forensik bersama BKSDA telah melakukan nekropsi atau bedah bangkai terhadap gajah tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dipastikan kematian gajah diduga kuat akibat tembakan senjata api. Hasil itu menepis dugaan awal adanya unsur keracunan atau paparan zat berbahaya di sekitar lokasi.

Dari keterangan puluhan saksi yang telah diperiksa, penyidik menyebut perkara ini mulai menunjukkan titik terang.