Berita  

Beruang Madu Tertangkap Kamera di Kolong Rumah Warga

Ilustrasi seekor beruang madu yang pernah dievakuasi oleh BBKSDA Riau. | Foto: M Syukur/Liputan 6
Ilustrasi seekor beruang madu yang pernah dievakuasi oleh BBKSDA Riau. | Foto: M Syukur/Liputan 6

Gardaanimalia.com – Seekor beruang madu (Helarctos malayanus) terlihat muncul di permukiman warga di Kecamatan Bunut, Pelalawan, Riau, pada Selasa (30/8).

Kepala Bidang Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau Andri Hansen Siregar mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya beruang yang masuk hingga ke halaman rumah warga.

“Seorang warga melihat langsung ada seekor beruang madu di bawah kolong rumah panggung yang tidak berpenghuni,” ungkapnya, Rabu (31/8).

Seorang warga pun sontak merekam aktivitas sang beruang, ujar Andri. Kemudian, kejadian itu diinformasikannya kepada pihak kecamatan setempat.

Akan tetapi, saat dilakukan pengecekan ke lokasi, beruang sudah tidak ditemukan. Pihak BKSDA menduga, satwa liar tersebut sudah berpindah tempat.

“Tidak jauh dari permukiman itu masih ada hutan kecil, dan diduga hutan kecil itu menjadi habitat satwa beruang madu,” tuturnya.

Ia mengemukakan, semoga warga tidak melakukan penebangan pohon di hutan kecil tersebut. “Kami berharap kepada masyarakat sekitar untuk tidak menebang,” ujarnya.

Beruang Madu Muncul Berulang di Permukiman

Berdasarkan hasil identifikasi petugas, satwa liar dilindungi tersebut diperkirakan masih remaja, yaitu berusia sekitar 6 hingga 7 tahun.

Dirinya menambahkan, bahwa sebelum itu BBKSDA Riau juga pernah melakukan mitigasi konflik satwa liar sebanyak tiga kali di sekitar lokasi tersebut.

“Pengecekan itu kita lakukan sejak 17 Mei, 19 mei dan 7 Juli 2022,” papar Andri.

Bahkan, pada Kamis (7/7), tim melakukan pemasangan boxtrap selama sekitar 2 minggu pada area yang dimaksud. Namun, belum membuahkan hasil.

“Sejak saat itu, beruang madu tidak lagi pernah menampakkan diri di lokasi sekitar permukiman, sehingga tim memasang boxtrap di lokasi lain.”

BACA JUGA:
Terluka Akibat Jerat di Kaki, Harimau Sumatera Berhasil Dievakuasi

Menurut penuturannya, saat ini tim masih melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak desa. Tujuannya adalah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tak hanya itu, ia juga mengimbau agar warga tetap waspada. Pun tidak melepas ternak dari kandang karena bisa mengundang satwa pemangsa datang.

Dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018, Helarctos malayanus merupakan satwa liar yang dilindungi.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments