Gardaanimalia.com - Kehadiran FLIGHT Protecting Indonesia’s Birds bagaikan oase di tengah gurun.
Ketika persoalan penyelundupan burung kicau marak terjadi karena permintaan pasar tinggi, regulasi yang hanya melarang penjualan burung dilindungi, serta kuatnya budaya memelihara burung, FLIGHT hadir untuk melindungi burung kicau.
Diperkirakan jutaan burung kicau Indonesia dicuri dari alam liar setiap tahun untuk memenuhi permintaan pasar. Burung-burung tersebut dijual secara ilegal, terbuka, dan dengan cara yang kejam, demikian ditulis FLIGHT di situsnya.
“‘Ah, itu kan hanya burung.’ Kalimat itu sering kali saya dengar dari banyak orang ketika penyitaan terjadi. Seolah perdagangan ilegal dan penyelundupan burung kicau adalah persoalan sepele,” kata Direktur Eksekutif FLIGHT Marison Guciano.
Investigasi FLIGHT telah mengonfirmasi bahwa banyak pedagang burung liar terlibat dalam perdagangan ilegal dan penyelundupan spesies lain.
“Oleh karena itu, meskipun FLIGHT terutama berfokus pada penyelamatan burung kicau, investigasi kami juga mendukung penyelamatan spesies lain, seperti burung beo, kakatua, orangutan, monyet hidung panjang, kanguru pohon abu-abu, beruang madu, burung rangkong, elang, kucing macan tutul, gibbon, dari perdagangan satwa liar ilegal,” tuturnya.
Berikut petikan wawancara kontributor Garda Animalia, Irvan Sjafari, dengan Marison Guciano melalui Whatsapp 15 Maret 2026.
Penyelundupan burung terus marak terjadi. Ada yang menggunakan truk atau pikap, tetapi ada juga yang menggunakan PO Bus dan disimpan di bagasi samping bus yang sempit dan membuat burung mati. Apa komentar anda terhadap fenomena ini?
Perdagangan ilegal dan penyelundupan burung kicau ke Pulau Jawa dari pulau pulau lain yang terus terjadi secara masif disebabkan karena permintaan pasar yang tinggi.
Kukilo atau memelihara burung adalah salah satu dari lima tanda kesempurnaan hidup pria Jawa. Oleh karena itu, memelihara burung bagi pria Jawa bukan sekadar hobi, melainkan bagian dari filosofi hidup.
Kita bisa lihat di tiap rumah pria Jawa, selalu tergantung sangkar-sangkar dan burung burung di dalamnya. Persoalannya adalah sebagian besar burung kicau yang dipasok ke pasar pasar adalah tangkapan dari alam secara ilegal. Akibatnya, banyak spesies mengalami penurunan populasi, dan beberapa di antaranya bahkan menghadapi kepunahan lokal di habitat alaminya.
FLIGHT didirikan untuk mengatasi masalah ini?
FLIGHT didirikan sebagai respons langsung terhadap skala perdagangan burung kicau yang sangat masif di Indonesia, yang sebagian besar melibatkan penangkapan burung liar untuk memenuhi permintaan pasar.
Persoalan lainnya adalah pemerintah masih menilai burung kicau bukan sebagai spesies kunci prioritas, sehingga perlindungannya di alam masih sangat lemah.
"Ah itu kan hanya burung", kalimat itu seringkali saya dengar dari banyak orang ketika penyitaan terjadi. Seolah perdagangan ilegal dan penyelundupan burung kicau adalah persoalan sepele. Pola pikir ini harus diubah sebelum kita kehilangan banyak spesies burung kicau di alam liar.
Menurut anda, mengapa penyelundupan burung bukan persoalan sepele?
Penyelundupan burung bukan persoalan sepele. Berbagai spesies burung kicau memiliki fungsi ekologi yang sangat penting bagi ekosistem seperti menyebarkan benih tanaman dan penyeimbang rantai makanan. Untuk itu, FLIGHT berdiri pada 2018 di Jakarta.
Kami bersama sama pihak yang peduli bekerja untuk melindungi burung-burung Indonesia dengan memerangi perdagangan ilegal. Bersama instansi pemerintah melakukan patroli, bersama masyarakat dan meningkatkan kapasitas mereka dengan berbagai program pelatihan.
Mengapa anda tertarik pada konservasi burung?
Awal saya tertarik dengan upaya konservasi dan perlindungan burung ketika saya mengunjungi pasar burung Pramuka dan Jatinegara di Jakarta. Saya melihat banyak burung di kandang kandang kecil, sebagian dari mereka bahkan mati dan dibuang begitu saja di tempat sampah. Seolah tak punya nilai.
Sementara itu, banyak orang berlalu lalang seolah kekejaman yang hadir di depan mereka adalah hal yang lumrah.
Seperti apa dampak ekologisnya jika kondisi ini terus dibiarkan?
Tak lama saya membaca berita tentang puluhan ribu belalang menyerang kebun dan sawah yang menyebabkan petani gagal panen. Serangan belalang ini karena populasi burung pemangsa mereka sudah sangat menyusut. Rantai makanan pada ekosistem terganggu.
Hal inilah yang seringkali kurang dipahami masyarakat kita. Menurunnya populasi berbagai spesies burung di alam liar telah merusak ekosistem dan pada akhirnya merugikan kita sendiri















