Berita  

Konflik Gajah Liar Kembali Terjadi, Warga Blang Teungku Minta Pembangunan CRU

Konflik Gajah Liar Kembali Terjadi, Warga Blang Teungku Minta Pembangunan CRU
Sawah yang mengalami kerusakan akibat konflik gajah liar. Foto: Acehkini

Gardaanimalia.com – Konflik gajah liar dengan warga kembali terjadi di Desa Blang Teungku, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Di akhir pekan lalu, gajah-gajah liar tersebut merusak sawah warga yang sedang ditanami padi.

“Tanaman padi berusia 1,5 bulan milik lima petani di Desa Blang Teunku rusak. Kira-kira yang sudah rusak 25 x 5 meter persegi,” kata Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Blang, Teungku Saiful Dahlan seperti dikutip dari laman Acehkini.

Di akhir Januari lalu, konflik dengan gajah liar juga sempat di terjadi di Desa Blang Teungku. Tanaman di kebun seluas kurang lebih enam hektar dilaporkan rusak.

Tingginya intensitas konflik membuat warga meminta pemerintah untuk membangun tempat konservasi gajah jinak atau Conservation Response Uni (CRU).

Baca juga: Jual Kulit Macan Dahan, 2 Pelaku Ditangkap Polisi di Jambi

“Harapan kami, pemerintah membuatkan CRU untuk mengantisipasi,” tambah Teungku Saiful Dahlan.

Menurut Saiful, selama ini warga menginap di kebun atau sawah untuk berjaga. Ketika kawanan gajah datang, mereka akan mengusirnya. Pengusiran biasanya dilakukan dengan menggunakan mercon.

“Kerusakan padi belum luas, cuma kami khawatir gajah datang lagi,” imbuhnya.

Terpisah, Agus Arianto yang merupakan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengatakan bahwa konflik dengan gajah liar yang terjadi di berbagai di desa di Aceh dipicu oleh pembangunan di jalur lintasan gajah liar.

Ia memaparkan masalah ini bukan hanya untuk BKSDA. Pemerintah daerah dan provinsi juga harus ikut berdiskusi untuk mengatasi masalah ini.

BACA JUGA:
BBKP Surabaya Gagalkan Penyelundupan Burung Berkicau
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments