Owa Jawa, Primata Dilindungi yang Setia

Owa Jawa, Primata Dilindungi yang Setia
Owa jawa merupakan satu diantara primata yang sangat setia. Owa apabila kehilangan pasangan atau anaknya akan merasa stress dan dapat berujung sakit hingga menyebabkan kematian

Siapa sangka ternyata primata endemik Indonesia yaitu  Owa jawa (Hylobates moloch) merupakan satu diantara satwa dilindungi di Indonesia yang setia. Bahkan beberapa ahli mengemukakan bahwa kesetiaan owa melebihi kesetiaan yang dimiliki manusia.

Owa jawa merupakan satwa yang sangat selektif dalam memilih pasangan hidup. Primata arboreal ini termasuk satwa monogamy, yang berarti bahwa dia hanya akan memiliki pasangan seumur hidupnya. Saking setianya, apabila salah satu pasangannya mati maka owa tidak akan mencari pasangan lain dan hidup menyendiri sampai akhir hayatnya.

Sifat monogami owa jawa ini juga mempengaruhi kehidupan keluarga pasangan owa. Ikatan keluarga owa sangat erat sehingga apabila salah satu dari mereka diambil atau terganggu maka semua keluarga didalamnya akan terpengaruh.

Banyak kasus dimana induk owa diburu dan dibunuh untuk diambil bayi atau anaknya, umumnya bayi yang hidup tanpa induknya tidak dapat hidup lama. Sebagian besar mereka menjadi stress karena jauh dari keluarganya dan mati sia-sia. Pasangan yang tersisa dan ditinggalkan juga akan stress lalu sakit sehingga dapat berujung pada kematian.

Jangka kehamilan yang lama, sifat teritorial Owa dan sifatnya yang monogami menyebabkan sulitnya konservasi primata setia ini.

Owa Jawa, Primata Dilindungi yang Setia

Sayangnya, kasus perburuan Owa jawa masih marak terjadi. Banyak indukan owa terbunuh saat mempertahankan anaknya yang diambil oleh pemburu untuk dijual ke pasar ilegal.

Masih tingginya permintaan pasar untuk satwa ini dicurigai merupakan penyebab masih banyaknya perburuan owa jawa. Dapat dilihat dari banyaknya penawaran bayi atau anak owa yang dijual secara online di jejaring sosial.

Hal ini mengancam populasi Owa jawa menuju kepunahan, tak hanya perburuan, rusaknya habitat karena perubahan lahan untuk pembangunan yang terus menerus tanpa mitigasi lahan menjadi ancaman terbesar pada populasi Owa jawa yang masih tersisa.

BACA JUGA:
Masuk Rumah Warga, Binturong Dievakuasi Damkar Payakumbuh

Beberapa hasil survei memperkirakan, populasi mereka di alam tersisa lebih kurang 4.000 individu. Populasi kecil ini tersebar di hutan Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah.

Semakin banyak masyarakat yang ingin memelihara Owa, maka semakin banyak perburuan yang akan terjadi untuk menambah stok pasar ilegal.

Padahal primata pemakan buah dan daun ini berperan penting dalam ekosistem hutan, mereka merupakan satwa penyebar biji yang mendukung pelestarian hutan. Sehingga kestabilan kehidupan hutan dapat terjaga dengan baik.

Owa jawa merupakan satwa dilindungi menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no. P92 tahun 2018 tentang perubahan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no. P20 tahun 2018 tentang Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar. Satwa ini juga masuk ke dalam daftar merah IUCN dengan status Vulnerable (EN, Terancam punah).

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments