Berita

Penyu Lekang Ditemukan di Buleleng, Cangkang Rusak Diduga Sempat Ditangkap

15/06/2026|Bayu Nanda
Penemuan seekor penyu lekang Lepidochelys olivacea di sungai Desa Baktiseraga Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Bali K...

Penemuan seekor penyu lekang (Lepidochelys olivacea) di sungai Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (11/6/2026). | Pokmaswas Penimbangan Lestari

Gardaanimalia.com – Seekor penyu lekang (Lepidochelys olivacea) ditemukan di sungai Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (11/6/2026). Satwa laut dilindungi itu dalam kondisi lemas dan terluka diduga korban perburuan liar.

Penyu pertama kali dilaporkan warga berada di anak sungai yang berdekatan dengan persawahan. Temuan itu lantas dilaporkan ke polisi.

Personel Satuan Polisi Air dan Udara Polres Buleleng bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Penimbangan Lestari mendatangi lokasi mengecek kondisi penyu.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz mengatakan, saat ditemukan penyu tampak lemah dan mengalami kerusakan pada bagian tempurung.

“Tempurung bagian atas mengalami pecah sehingga dilakukan evakuasi,” kata Yohana pada Garda Animalia, Jumat (12/6/2026).

Penyu kemudian dipindahkan ke lokasi penanganan sementara di penangkaran Pokmaswas Penimbangan Lestari di kawasan Pantai Indah untuk dibersihkan dan menjalani perawatan awal.

Ketua Pokmaswas Penimbangan Lestari Gede Wiadnyana menduga kemunculan penyu tersebut bukan merupakan pergerakan alami satwa.

Kelompoknya telah bertahun-tahun terlibat dalam kegiatan konservasi penyu, mulai dari mengevakuasi telur, melakukan penetasan di penangkaran, hingga melepasliarkan tukik ke habitat alaminya. Ia cukup memahami pola kemunculan penyu di wilayah tersebut.

Menurut dia, lokasi penemuan berada cukup jauh, sekitar lima kilometer dari garis pantai, sehingga disimpulkan kecil kemungkinan penyu masuk ke sungai karena terbawa arus atau sedang mencari lokasi bertelur.

“Kecurigaan saya ada yang sengaja menangkap kemudian ketahuan lalu dibawa kabur dan dilepaskan di sungai. Jarak lokasi penemuan dari pantai cukup jauh, tidak mungkin terdampar ataupun cari sarang untuk bertelur,” jelas Wiadnyana pada Garda Animalia.

Uploaded content
Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Penimbangan Lestari merawat sementara penyu lekang yang ditemukan terluka di Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (12/6/2026). | Pokmaswas Penimbangan Lestari

Selain kerusakan pada karapas atau cangkang bagian atas, petugas juga menemukan luka pada sirip depan yang diduga akibat gesekan.

Wiadnyana memperkirakan penyu tersebut berjenis kelamin betina dengan usia lebih dari 50 tahun berdasarkan ciri fisik yang diamati. Satwa itu memiliki ukuran sekitar 80 sentimeter dengan lebar tubuh mencapai 60 sentimeter.

Saat ini penyu masih menjalani observasi dan penanganan oleh dokter hewan untuk memastikan kondisi kesehatannya sebelum diputuskan dapat dilepasliarkan kembali atau membutuhkan perawatan lanjutan.

Penyu lekang merupakan satu spesies penyu yang dilindungi di Indonesia. Dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), spesies ini berstatus rentan (vulnerable) terhadap risiko kepunahan.

Penyu lekang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, termasuk membantu menjaga kesehatan habitat pesisir dan rantai makanan di perairan tropis.

“Penyu lekang sangat jarang muncul di perairan dangkal karena umumnya hidup di laut lepas pada kedalaman puluhan meter di bawah permukaan. Karena itu, kecil kemungkinan satwa ini bisa masuk hingga ke aliran sungai,” kata Wiadnyana.