Yusri Sesalkan Telur Penyu Masih Marak Diperjualbelikan di Pasar

  • Share
Ilustrasi kasus pencurian telur penyu yang terjadi di Pulau Sikandang, Kepulauan Banyak, Aceh Singkil pada 2018 silam. | Foto: Istimewa/Oke News
Ilustrasi kasus pencurian telur satwa dilindungi (penyu) yang terjadi di Pulau Sikandang, Kepulauan Banyak, Aceh Singkil pada 2018 silam. | Foto: Istimewa/Oke News

Gardaanimalia.com – Kegiatan jual beli telur penyu (Cheloniidae) masih terjadi menjelang Hari Penyu Sedunia yang diperingati pada 23 Mei 2022 di Pasar Ikan Wonomulyo.

Perdagangan telur Cheloniidae tersebut disesalkan oleh Muhammad Yusri, Ketua Komunitas Sahabat Penyu. Karena menurutnya, penyu adalah satwa yang terancam punah dan merupakan satwa dilindungi.

“Jelang Hari Penyu Sedunia justru telur penyu diperdagangkan bebas di Pasar Ikan Wonomulyo Kabupaten Polman, padahal itu penyu adalah satwa yang harus dilindungi keberadaannya,” ujarnya, Minggu, (22/5).

Yusri mengatakan, Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar pada 2021 pernah menyampaikan pada para pegawai di Polman saat memberi tropi Kalpataru kepada Yusri, agar tidak mengonsumsi telur satwa dilindungi tersebut.

“Serta tidak boleh ada yang jual telur penyu di wilayah Polman khususnya di pasar. Namun hari ini terbukti telur penyu justru dijual bebas di pasar,” lanjut Yusri.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, dalam waktu dekat komunitasnya akan menggelar kegiatan tahunan sebagai upaya melindungi Cheloniidae.

“Kita mau buat event tahunan yaitu Festival Penyu. Nah, sangat miris sekali jika pemandangan seperti itu terlihat di pasar,” sesalnya.

Yusri berharap, petugas terkait dapat melakukan pencegahan terhadap aktivitas jual beli telur satwa dilindungi di pasar maupun di wilayah Wonomulyo.

“Harapan kita petugas terkait terjun langsung ke lokasi jangan cuma tunggu gaji dan laporan saja,” kata Yusri.

Karena, lanjutnya, musim penyu bertelur itu dapat diprediksi, sehingga hal tersebut dapat memudahkan petugas untuk melakukan upaya pencegahan.

“Jangan selalu penindakan, sementara bisa melakukan upaya pencegahan ke pasar atau langsung ke masyarakat,” jelas Yusri.

Dirinya mengatakan, bahwa musim bertelur satwa dilindungi tersebut bukan kali pertama pihaknya melihat dan mendapatkan informasi maraknya penjualan telur di wilayah Kabupaten Polewali Mandar.

BACA JUGA:
Masyarakat Penggiat Konservasi Penyu Kampung Yenbekaki Lepaskan 200 Tukik di 2020

Namun, dia juga mengapresiasi kesigapan Kepolisian Sektor (Polsek) Wonomulyo yang turun langsung melakukan pencegahan di Kompleks Pasar Wonomulyo.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments