Diangkut dengan Helikopter, Harimau Sumatera Dilepasliarkan di TNKS

  • Share
Harimau sumatera. | Foto: BKSDA Jambi
Harimau sumatera. | Foto: BKSDA Jambi

Gardaanimalia.com – Seekor harimau sumatera berjenis kelamin jantan akhirnya dilepasliarkan ke habitat alami di kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Jambi.

Kepala BKSDA Jambi, Rahmad Saleh melalui keterangan tertulis pada Selasa (31/5), mengatakan bahwa pelepasliaran harimau dilaksanakan langsung di tengah kawasan pada zona inti TNKS dengan translokasi menggunakan helikopter.

Satwa yang memiliki nama ilmiah Panthera tigris sumatrae dan berumur sekitar 8-10 tahun tersebut sebelumnya masuk perangkap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, Kamis (21/4).

Harimau yang diselamatkan di Desa Nalo Gedang, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin itu kemudian dirawat di Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) BKSDA Jambi di Desa Mendalo Darat.

Sehari setelahnya, Jumat (22/4) dilakukan pemeriksaan fisik yang menunjukkan, bahwa satwa memiliki berat badan 110 kg, panjang keseluruhan 217 cm, panjang taring atas 6,2 cm, serta panjang taring bawah 3,5 cm.

Selama perawatan, harimau sumatera diberi vitamin, antibiotik, serta antiparasitik. Petugas juga melakukan pengambilan sampel darah, feses, rambut untuk dilakukan tes laboratorium, dan hasilnya satwa dinyatakan sehat.

Kata Rahmad, selama kurang lebih 40 hari berada di TPS BKSDA Jambi, harimau mendapatkan perawatan intensif berupa pemberian pakan hidup secara rutin dan terjadwal seperti ayam, kelinci dan kambing dengan total 370,4 kg.

Tak hanya itu, petugas TPS juga melakukan pengecekan rutin terhadap kondisi satwa langka tersebut setiap hari pada pagi dan sore hari.

Adapun lokasi pelepasliaran yang dipilih, berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Balai Besar TNKS bersama dengan Flora Fauna Internasional (FFI).

Hasil survei menyimpulkan, bahwa kawasan tersebut merupakan habitat alami bagi harimau sumatera dengan luasan mencapai 1,4 juta ha.

Kemudian, menurut kajian density (perhitungan statistik) data populasinya adalah 0,91/100 km², sehingga jika dikonversi terdapat sekitar 126 individu.

BACA JUGA:
Konflik Satwa Liar dan Manusia Semakin Rentan Akibat PETI

Sementara itu, berdasarkan tangkapan langsung camera trap terdapat 88 individu Panthera tigris sumatrae yang telah teridentifikasi.

Rahmad menyebut, kegiatan pelepasliaran ini merupakan upaya menyelamatkan dan mengembalikan lagi satwa harimau sumatera ke habitat yang lebih aman.

Selain itu, ujarnya, hal tersebut juga menjadi salah satu langkah aktif pemerintah dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang merupakan kekayaan Bangsa Indonesia.

Dia mengimbau masyarakat yang berkegiatan di wilayah habitat satwa liar agar berhati-hati dan melaporkan kepada petugas jika menjumpai aktivitas satwa liar melalui call center BKSDA ataupun Balai Besar TNKS, demikian juga jika ditemui adanya aktivitas masyarakat yang membahayakan satwa liar.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments