Diduga Memangsa Anjing, Harimau Sumatera Dihalau

  • Share
Seorang warga melihat jejak kaki harimau sumatera di Taman Huta Raya (Tahura) Bung Hatta. | Foto: Tribun Padang
Seorang warga melihat jejak kaki harimau sumatera di Taman Huta Raya (Tahura) Bung Hatta. | Foto: Tribun Padang

Gardaanimalia.com – Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) diduga memangsa dua ekor anjing di Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat.

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat pun mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, dan identifikasi. Termasuk melakukan patroli dan pengusiran satwa karnivora tersebut, Jumat (12/11).

Kejadian berulang ini, ujar Ardi Andono, Kepala BKSDA Sumbar, salah satunya disebabkan karena Tahura Padang merupakan tempat tinggal atau habitat asli sang ‘raja hutan’.

“Tahura Padang memang habitat dari harimau sumatera,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ardi mengatakan bahwa tim mendapatkan informasi tentang adanya konflik harimau yang telah memangsa satu ekor anak anjing milik salah seorang petugas Security Pos Jaga Tahura, Jumat (12/11) sekitar pukul 20.42 WIB.

Laporan itu diterima melalui pesan Whatsapp yang dikirim oleh Kepala Regu (Danru) Security Tahura UPTD Pertanian Kota Padang, imbuhnya dilansir dari haluanharian.

Pengusiran satwa langka tersebut dilakukan dengan menggunakan meriam buatan agar menimbulkan bunyi-bunyian di sekitar lokasi kemunculan.

Upaya ini, ungkap Ardi, dilakukan untuk menghalau dan menjauhkan satwa penghuni pulau Sumatera tersebut dari permukiman warga atau masyarakat.

“Kondisinya sudah aman, dan biasanya untuk proses tindak lanjut seperti pengusiran harimau sumatera ini akan berlangsung selama 3 hari,” tuturnya, Minggu (14/11).

Sebelumnya, Ardi Ardono mengaku menerima laporan serupa. Pada 11 November lalu, tim BKSDA mendapat informasi terkait harimau yang memangsa anjing milik warga.

Dugaan kuat atas kejadian tersebut adalah harimau sumatera. Karena ditemukan jejak kakinya di tanah sekitar perkarangan depan pos jaga. Namun kurangnya pencahayaan menyebabkan jejak kaki tidak dapat terlihat jelas.

BACA JUGA:
Strategi Rencana Konservasi Mulai Disusun Pemerintah Untuk Pelestarian Harimau Sumatera
  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments