Berita  

Diduga Memangsa Lembu, Harimau Dihalau dengan Petasan

Tim gabungan berupaya untuk melakukan penghalauan harimau sumatera, satwa dilindungi yang kini berstatus terancam punah. | Foto: Dok. BBKSDA Sumut
Tim gabungan berupaya untuk melakukan penghalauan harimau sumatera, satwa dilindungi yang kini berstatus terancam punah. | Foto: Dok. BBKSDA Sumut

Gardaanimalia.com – Bangkai seekor anak lembu ditemukan warga di areal perkebunan PT Prima, Desa Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara (Sumut), diduga dimangsa oleh harimau sumatera.

“Penemuan bangkai ini pertama kali ditemukan warga pada Jumat (29/7) kemarin. Kami telah melakukan penanganan oleh tim respon dari SKW II Stabat,” kata Kepala SKW II BBKSDA Sumut, Herbert Aritonang, Senin (1/8).

Tidak hanya itu, dia memaparkan bahwa pihaknya juga akan melakukan monitoring untuk memantau dan mencegah terjadinya konflik harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan manusia.

Petugas menyerahkan beberapa petasan untuk digunakan oleh masyarakat melakukan penghalauan. Juga sebagai alat untuk mengantisipasi konflik yang berkepanjangan.

“Lokasi merupakan areal perkebunan yang topografinya berupa perbukitan yang memanjang mulai dari areal PTPN II, PT Prima, PT BTL, PT PISS sampai menyambung ke hutan TNGL. Sehingga menjadi koridor satwa dari TNGL ke areal sekitarnya,” terang Herbert.

Dirinya mengatakan, keberadaan harimau diperkuat dengan adanya jejak kaki satwa tersebut di sekitaran lokasi. Beberapa saksi mata juga menyampaikan, adanya perjumpaan dengan harimau sumatera.

“Untuk mengantisipasi konflik, saat ini tim gabungan telah melakukan penghalauan dan patroli oleh petugas BBKSDA Sumut dan pihak perkebunan dengan menggunakan petasan dan jeduman,” ungkapnya.

Selama tahun 2022, jelas Herbert, sudah terjadi 9 konflik harimau di lokasi yang sama. Untuk itu pihaknya mengimbau warga agar hal ini menjadi perhatian penting dan terus menjaga kewaspadaan ketika berada di dekat lokasi.

“Sehingga seharusnya menjadi perhatian semua pihak terkait baik pemerintah, NGO dan pihak perusahaan bagaimana untuk antisipasinya,” tegas Herbert Aritonang.

Harimau sumatera adalah pemangsa pada puncak rantai makanan. Saat ini, eksistensinya masih terancam dengan masifnya deforestasi hutan, perburuan hingga perdagangan ilegal.

BACA JUGA:
Tiga Orangutan Diduga Bersembunyi Saat Akan Dievakuasi

Kasus perdagangan kulit harimau yang melibatkan Ahmadi, Mantan Bupati Aceh Bener Meriah menjadi bukti, perburuan dan perdagangan masih terus terjadi.

Saat ini, Panthera tigris sumatrae masuk dalam daftar merah IUCN. Statusnya berada dalam kategori terancam punah (Critically endangered).

Populasinya diperkirakan tidak lebih dari 600 ekor yang tersebar di hutan-hutan Pulau Sumatra (Population Viable Assesment, 2016).

Jika upaya pelestarian tidak digalakkan dengan melibatkan lintas sektor, alamat harimau sumatera akan tinggal cerita sebagai satwa karismatik yang pernah mendiami hutan di Sumatra.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments