Edukasi

FATWA: Mengenal Hiu Berjalan, Penunggu Laut Halmahera yang Terancam Punah

24/07/2025|Garda Animalia
Ilustrasi hiu berjalan halmahera (Hemiscyllium halmahera) oleh Hasbi.

Ilustrasi hiu berjalan halmahera (Hemiscyllium halmahera) oleh Hasbi.

Gardaanimalia.com – Jika mendengar kata “hiu” apa yang terlintas dalam pikiran kalian? Pasti satwa bawah laut, perenang cepat, bergigi tajam, dan besar, kan?

Eits, jangan salah, di perairan Halmahera terdapat hiu berjalan (Hemiscyllium sp.). Tenang, bukan karena namanya hiu berjalan spesies ini mempunyai kaki, ya.

Gerakan “berjalan” terjadi karena mereka menekuk tubuh sambil mengayunkan sirip perut dan sirip dada seperti merangkak.

Hiu berjalan merupakan hiu terumbu karang, karena itu kedua sirip dadanya digunakan untuk merangkak di dasar laut yang berpasir atau berbatu.

Berbeda dengan spesies hiu lainnya, melansir dari Kompas.com, hewan nokturnal ini dapat bertahan hidup di lingkungan hangat yang miskin oksigen saat air surut.

Mereka bisa menghemat oksigen dengan mematikan sistem saraf motorik, tetapi membiarkan saraf sensoriknya tetap waspada untuk mendeteksi predator.

Hiu berjalan melakukannya dengan melebarkan pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah sampai setengahnya, dan memompa lebih banyak darah ke otak dan jantung.

Dengan adaptasi ini, mereka dapat bertahan hidup dalam kondisi oksigen yang sangat rendah hingga air pasang naik dan air kaya oksigen kembali membanjiri lingkungannya.

Ukuran maksimum ikan yang satu ini cukup kecil, yakni panjang total dewasa hanya 54 sentimeter, sedangkan betina mempunyai panjang total 62 sentimeter.

Pertumbuhan awal setelah anakan hiu berjalan menetas memang lambat. Akan tetapi, mereka tumbuh dengan kecepatan sekitar 5 sentimeter per tahun setelah tiga bulan.

Mengutip Mongabayterhitung ada sembilan spesies hiu berjalan di dunia, enam di antaranya ditemukan di perairan Indonesia. Dengan rincian, dua spesies masuk kategori hampir terancam (near threatened), tiga spesies dikategorikan rentan (vulnerable), dan satu spesies kategori risiko rendah (least concern).

Salah satu spesies yang hidup di Indonesia adalah hiu berjalan halmahera (Hemiscyllium halmahera).  Spesies ini ditemukan di perairan dangkal Ternate dan Bacan pada 2013.

Kemudian, pada 2018, sejumlah peneliti di Maluku Utara menemukan morfologi hiu berjalan yang berbeda. Hiu yang ditemukan ini memiliki lebih banyak bintik berwarna cokelat tua, dengan pola ukuran dan bentuk yang berbeda dari jenis yang ditemyan sebelumya. 

Para peneliti meyakini ada peluang identifikasi temuan jenis hiu berjalan baru, meskipun masih terkendala untuk memastikan bahwa yang ditemukan merupakan spesies yang berbeda dari Hemiscyllium halmahera.

“Kami masih terkendala pembiayaan untuk uji genetiknya. Kalau sudah ada pembiayaan, kami akan pastikan apakah itu jenis baru dari hiu berjalan halmahera,” ujar peneliti dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pasifik Morotai, Iswadi Wahab.

Dari penilaian pada 2020, seluruh spesies hiu berjalan masuk daftar merah The International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Ini berhubungan dengan kerentanan dan kelangkaannya. Karena keberadaannya sangat rentan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Kepmen KP Nomor 30 Tahun 2023 kemudian melindunginya dengan status perlindungan penuh.  

Uploaded content