Menjarah
Menjarah
Menjarah
Berita

Ganggu Gajah Sumatera Liar Sedang Makan, Warga Riau Terluka

1015
×

Ganggu Gajah Sumatera Liar Sedang Makan, Warga Riau Terluka

Share this article
Ganggu Gajah Sumatera Liar Sedang Makan, Warga Riau Terluka
Konflik gajah di Riau. Foto: BBKSDA Riau

Gardaanimalia.com – Dua gajah sumatera (Elephas Maximus sumatranus) menyerang seorang warga bernama Junaidi di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada Sabtu (28/8/2021). Dua satwa liar tersebut berasal dari bentang alam bukit tigapuluh, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Berdasarkan keterangan Kepala Bidang Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Andri Hansen Siregar, mereka terpisah dari kelompoknya yang diperkirakan berjumlah lima ekor dan kemungkinan masuk ke lokasi perkebunan sawit sejak 23 Agustus 2021.

“Sudah beberapa hari ada dua ekor gajah dari Jambi masuk Merlung dan Simpang Rambutan, sampai masuk ke Batuampar, Indragiri Hilir,” terang Andri Hansen.

pariwara
usap untuk melanjutkan

Junaidi diserang saat hendak mengambil foto dua ekor gajah yang sedang memakan tanaman warga dalam jarak sekitar dua puluh meter. Tiba-tiba gajah tersebut berbalik dan menyerang menggunakan belalainya. Karena kejadian tersebut, Junaidi mengalami luka di bagian dada dan kondisinya sudah membaik.

“Kemungkinan satwa gajah ini merasa terusik, sehingga menyerang. Kebetulan lokasi kejadian juga dulunya adalah habitat dari gajah-gajah itu dan sudah beralih menjadi perkebunan,” jelas Andri Hansen.

Baca juga: Perburuan Elang di Gunungkidul Marak Terjadi Selama PPKM

Mitigasi konflik dilakukan tim gabungan yang terdiri dari BBKSDA Riau dan petugas Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) dengan penggiringan satwa ke wilayah Jambi. Hal ini dimaksudkan untuk menyatukan gajah tersebut dengan kelompoknya.

“Penggiringan kemarin hanya dapat dilakukan sejauh enam kilometer. Namun tim mendapat kendala. Kondisi medan yang berat dengan topografi berbukit, sehingga menghambat dan memperlambat kerja tim saat melakukan penggiringan” tuturnya.

Penggiringan dilakukan secara manual menggunakan bunyi-bunyian sehingga membuat gajah tak nyaman. Saat digiring mencapai perabatasan Riau-Jambi, gajah berbalik arah ke posisi sebelumnya yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari batas kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh.

Hansen mengatakan sudah berulang kali warga diingatkan agar tidak mendekat ketika gajah liar masuk ke perkebunan. “Kami memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat desa tentang gajah liar sebagai satwa yang dilindungi oleh UU serta cara penanganan dini dalam menghadapi konflik dengan satwa tersebut,” lanjutnya.

Selain itu, BBKSDA Riau akan berkoordinasi dengan BKSDA Jambi untuk penanganan konflik gajah liar secara terintegrasi.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments