Edukasi

Kambing Hutan Sumatera, Satwa Pendaki Tebing Pulau Andalas

30/06/2026|Yulia Maharani
Kambing hutan sumatera yang terekam kamera jebak di Blok Inti KPH Batutegi Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung pada 14 A...

Kambing hutan sumatera yang terekam kamera jebak di Blok Inti KPH Batutegi, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung pada 14 Agustus 2023. | Foto: YIARI

Gardaanimalia.com - Tidak banyak yang tahu bahwa di hutan Sumatera terdapat entitas satwa liar yang mirip dengan hewan ternak. Satwa ini berasal dari famili Bovidae, genus Capricornis, dan spesies sumatraensis. Ya, dialah kambing hutan sumatera (Capricornis sumatraensis)!

Hampir sama dengan kambing piaraan (Capra sp.), kambing hutan sumatera memiliki ciri tubuh ditutupi rambut kasar dan berwarna hitam keabu-abuan, seperti rambut babi hutan. 

Berat badan kambing jantan dan betina dewasa sekitar 80 kilogram, dengan panjang tubuh sekitar 140-155 sentimeter dan tinggi tubuh antara 85-94 sentimeter.

Kebiasaan Kambing Hutan Sumatera

Mengutip hasil penelitian Endah Dwi Meirina, kambing hutan sumatera merupakan hewan pemalu dan sensitif terhadap pergerakan karena penciuman, pendengaran, dan penglihatannya yang tajam.

Satwa ini bersifat soliter dan atau berkelompok yang terdiri dari 3-6 individu. Mereka menyukai daun muda dan sering menyisakan bekas gigitan dalam satu tanaman bahkan sehelai daun. Hal ini terjadi karena kambing hutan sumatera melakukan aktivitas makan sambil berjalan di jalan lintasannya. 

Habitat dan Sebaran

Satwa ini melakukan aktivitas mencari makan, beristirahat, membuang kotoran, dan menggosokkan tanduk di berbagai tempat yang berbeda. Wilayah jelajahnya juga berubah-ubah seiring dengan ketersediaan sumber pakan, air, musim, dan gangguan manusia.

Sebagian besar kehidupan kambing hutan dihabiskan di celah-celah batuan gamping, tebing-tebing yang curam, dan batuan kapur dalam kawasan hutan hujan yang sukar dicapai manusia dan satwa predator lainnya. Inilah alasan mengapa kambing hutan sumatera menyukai tempat yang terjal sebagai salah satu cara menyelamatkan diri dari predator seperti harimau dan anjing di hutan. 

Penyebaran mainland serow-capricornis sumatraensis ini meliputi daerah India, sepanjang Himalaya ke Assam, China bagian selatan, Myanmar, Indochina, Tailan, Malaya dan Sumatera.

Di Indonesia, kambing hutan sumatera tersebar di seluruh pegunungan dan dataran tinggi Sumatera.

Penelitian yang diterbitkan pada 2006 menyatakan, saat ini kambing hutan sumatera tersebar di Gunung Kerinci, Dataran Tinggi Padang, Gunung Talaman, Pegunungan Tapanuli, Gunung Leuser, Danau Gunung Tujuh, dan Lampung.

Ancaman Ekologi

Di daerah kawasan penyangga hutan, tidak jarang masyarakat masih melakukan praktik perburuan dan konsumsi satwa liar seperti kambing hutan sumatera.

Melansir dari KSDAE, pada 2025 telah terjadi penangkapan anak kambing hutan di Sumatera Utara untuk tujuan konsumsi. Untungnya praktik ini berhasil dihentikan dan anak kambing hutan di kembalikan ke habitatnya. Akhirnya, kambing hutan tidak luput dari ancaman dan menghadapi desakan ruang hidup dari aktivitas manusia.   

Status Konservasi

Di Indonesia, kambing hutan sumatera termasuk satwa yang dilindungi berdasarkan Permen LHK P.106 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. 

IUCN (The International Union for Conservation and Nature) menetapkan bahwa kambing hutan sumatera berstatus rentan (vulnerable/VU).