Edukasi

Macan Kumbang dan Macan Tutul: Tampak Berbeda, tetapi Satu Spesies

12/03/2026|Nadaa
Macan kumbang membawa dua ekor anak masing-masing memiliki corak kumbang dan tutul Foto Sanggabuana Conservation Foundati...

Macan kumbang membawa dua ekor anak, masing-masing memiliki corak kumbang dan tutul. | Foto: Sanggabuana Conservation Foundation (SCF)

Gardaanimalia.com - Dalam sebuah rekaman kamera jebak, seekor induk kucing hutan berwarna hitam pekat tampak berjalan dengan tenang di dalam Hutan Gunung Sanggabuana.

Tak lama, dua ekor anak kucing mengikuti sang induk. Rekaman ini sangat mencuri perhatian sebab salah satu anaknya bermotif macan tutul terang, sedangkan yang lain berambut hitam mirip induknya. 

Kawan Satwa, itulah macan tutul (bermotif terang) dan macan kumbang (bermotif gelap)!

Secara ilmiah, walau penampakan warna kulit berbeda, macan tutul dan macan kumbang sebenarnya adalah satu spesies yang sama. Pengamatan detail, ditambah bukti sekuens DNA memperkuat kesimpulan itu.

Peneliti Ahli Utama Konservasi Keanekaragaman Hayati Pusat Riset Ekologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hendra Gunawan, menjelaskan fenomena ini merupakan melanisme.

Melanisme didefinisikan sebagai suatu kelainan ketika pigmen melanin diproduksi berlebihan. Hal ini mengakibatkan warna tubuh hewan menjadi terlalu gelap, termasuk pada macan tutul jawa (Panthera pardus melas). Kebalikan dari melanisme adalah albinisme, yang membuat warna tubuh tampak lebih pucat. 

Hendra menambahkan, meskipun rambut macan kumbang terlihat hitam pekat, bila dilihat lebih dekat, pola totolnya tetap terlihat meski tersamar.

Tingkat kepekatan warna rambut juga bervariasi, mulai dari hitam tipis sehingga tampak seperti cokelat, hingga hitam pekat yang menutupi tutulnya.

"Fenomena melanisme merupakan kelainan genetik yang menyebabkan peningkatan produksi pigmen melanin pada tubuh macan, sehingga membuat kulit, rambut, atau bulu berwarna hitam pekat," kata Hendra, melansir Detik.

Hendra juga menjelaskan, fenomena melanisme ini umum terjadi pada satwa ordo karnivora seperti macan tutul (Panthera pardus) dan jaguar (Panthera onca).

Ia juga menyatakan melanisme lebih banyak ditemukan pada subspesies macan tutul jawa dibandingkan subspesies lainnya di dunia.

Terkait fenomena ini, ia menduga adaptasi evolusi terhadap habitat hutan tropis yang lebat dan gelap memengaruhi kondisi ini. Warna hitam juga menguntungkan dalam beradaptasi dan bertahan hidup sebagai penyamaran saat mengintai dan berburu mangsa.

"Macan kumbang dan macan tutul merupakan satu spesies. Maka keduanya dapat kawin dan berkembang biak," kata Hendra.

Penelitian terdahulu menunjukkan jika macan tutul kawin dengan macan kumbang, peluang anak yang lahir adalah 1:1 antara individu kumbang dan tutul.

Jika macan tutul kawin dengan macan tutul, masih ada kemungkinan melahirkan anak kumbang sekitar 25 persen. Namun, jika macan kumbang kawin dengan macan kumbang, seluruh anaknya akan menjadi kumbang.