Mengenal Umbrella Species

  • Share
Mengenal Umbrella Species
Orang utan menjadi salah satu Umbrella Species di Indonesia. Foto: forests4orangutans.org

Gardaanimalia.com – Dalam kegiatan konservasi kita kerap kali mendengar istilah Umbrella Species. Apa sebernarnya Umbrella Species itu? Apa hubungannya dengan kegiatan konservasi satwa di alam liar? Mari kita cari tahu bersama.

Pada tahun 2005, Millenium Ecosystem Assesment mendefinisikan Umbrella Species atau spesies payung sebagai spesies yang membutuhkan luas yang besar di habitat mereka. Kegiatan konservatif pada spesies ini memberikan pengaruh pada spesies lainnya yang juga tinggal di dalam ekosistem yang sama.

Kegiatan konservasi sering kali membutuhkan dana, waktu, dan tenaga yang besar. Kemudian diperkenalkanlah konsep Umbrella Species ini untuk menyederhanakan proses konservasi yang rumit. Konsep Umbrella Species diperkenalkan untuk memilih sejumlah spesies yang layak dijadikan sebagai dasar perencanaan konservasi.

Kegiatan konservasi terhadap spesies payung diharapkan mampu melindungi banyak spesies lain yang secara alami tinggal berdampingan di habitat asli mereka. Konsep ini juga digunakan untuk menentukan luas minimum dalam menentukan kawasan konservasi, kawasan yang dilindungi, serta menentukan komposisi dan struktur suatu ekosistem.

Dalam menentukan spesies payung yang ideal kita harus memperhatikan jumlah dan persebaran mereka. Spesies ini tidak boleh berada di terlalu banyak tempat sebab spesies yang tersebar di banyak area tidak akan melindungi suatu ekosistem yang memiliki kekayaan serta kekhasan. Akan tetapi, spesies yang jumlahnya terlalu sedikit di alam liar pun tidak dapat dijadikan Umbrella Species yang ideal sebab itu artinya akan ada banyak area yang tidak terjangkau oleh mereka.

Di Indonesia, kita mengenal harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) dan orangutan sumatera (Pongo Abelii) sebagai Umbrella Species. Harimau dikenal sebagai umbrella species yang memayungi eksistensi banyak spesies lainnya, hal ini terjadi karena harimau adalah raja hutan yang memiliki luas teritori hingga 100 kilometer. Sedangkan orang utan yang sehari-hari memakan buah jelas memiliki peran sebagai seed dispersal di habitat mereka. Dengan begitu orang utan juga berfungsi menjaga kelestarian tanaman di sekitar mereka. Kehadiran mereka di alam liar memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kelangsungan suatu ekosistem dan kelangsungan hidup spesies lain.

BACA JUGA:
Warga Rusia Penyelundup Orangutan Hanya Dituntut 6 bulan Penjara

Kemudian, apakah hanya harimau dan orang utan saja yang menjadi Umbrella Spesies? Nah, ternyata tidak. Ada beberapa Umbrella Species lainnya yaitu gajah, badak, hiu, paus, dan penyu. Di mana ini menjadi fokus konservasi WWF-Indonesia yang dipublikasi pada 2018 silam. Satwa-satwa payung ini tentu memiliki jasa yang besar sebagai penyeimbang bagi ekosistem.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments