Menjarah
Menjarah
Menjarah
Berita

TNBBBR: Rumah Baru bagi Delapan Individu Orangutan

1032
×

TNBBBR: Rumah Baru bagi Delapan Individu Orangutan

Share this article
Proses pelepasliaran salah seekor orangutan di TNBBBR pada Selasa (12/12/2023). | Sumber foto: dokumentasi Yayasan BOS.
Proses pelepasliaran salah seekor orangutan di TNBBBR pada Selasa (12/12/2023). | Foto: Dok. Yayasan BOS

Gardaanimalia.com – Delapan ekor orangutan kalimantan dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) setelah melalui proses rehabilitasi oleh Yayasan BOS.

Kelompok orangutan tersebut terdiri dari 5 ekor betina dan 3 ekor jantan. Individu tertua bernama Wanto yang berusia 17 tahun ketika dilepasliarkan, sedangkan yang termuda bernama Lala dan Fathia, masing-masing berusia sembilan tahun.

pariwara
usap untuk melanjutkan

Seluruh orangutan diberangkatkan dari Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng menuju TNBBBR yang terletak di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Perjalanan dilakukan dua kali. Pertama membawa empat ekor orangutan menuju hutan di DAS Bemban, Selasa (12/12/2023). Sementara, yang kedua membawa empat ekor lainnya menuju hutan di DAS Hiran, Kamis (14/12/2023) mendatang.

Ketua Pengurus Yayasan BOS Jamartin Sihite mengatakan, delapan primata itu siap dilepasliarkan setelah menyelesaikan tahap akhir rehabilitasi di tiga pulau. Yaitu, Pulau Salat, Pulau Bangamat, dan Pulau Kaja.

“Pulau-pulau pra-pelepasliaran ini merupakan habitat semi-liar yang digunakan untuk menjadi pelatihan terakhir bagi orangutan yang sudah menyelesaikan tahap awal rehabilitasi di Sekolah Hutan.”

Lebih dari 500 Orangutan Kalimantan Kembali ke Hutan

Ini merupakan pelepasliaran ke-43 di Kalimantan Tengah yang dilaksanakan Yayasan BOS. Organisasi ini terhitung telah melepasliarkan total 525 orangutan di dua situs di Kalimantan Tengah.

Yaitu, Hutan Lindung Bukit Batikap dan TNBBBR, serta satu situs di Kalimantan Timur, yaitu Hutan Kehje Sewen.

Jamartin menambahkan, saat ini masih terdapat sekitar 400 ekor orangutan kalimantan yang menjalani rehabilitasi di yayasannya.

“Sebagian besar di antaranya sudah siap hidup bebas di hutan,” sambungnya dalam siaran pers Yayasan BOS.

Kepala Balai TNBBBR Andi Muhammad Kadhafi mengatakan, selama delapan tahun terakhir, pihaknya telah mengembalikan 200 orangutan di kawasan tersebut bekerja sama dengan Yayasan BOS dan BKSDA Kalimantan Tengah.

“Dengan ditambahnya delapan orangutan ini, maka total orangutan yang berhasil dilepasliarkan di kawasan TNBBBR mencapai 208,” terang Andi.

Andi juga mengatakan, hutan di DAS Hiran dan Bemban mereka pilih sebagai titik pelepasliaran untuk mengoptimalkan distribusi orangutan di dalam kawasan taman nasional.

Cinta Menuju Belantara

Cinta merupakan salah satu yang dilepasliarkan bersama tujuh individu lainnya. Ia diselamatkan di Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah pada 14 Februari 2013.

Ketika itu, usianya masih 4 bulan dengan berat 2 kilogram, dan tanpa orang tua. Ia mendapatkan nama “Cinta” langsung dari presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri.

Setelah melalui proses rehabilitasi di Sekolah Hutan, Cinta dipindahkan menuju Pulau Salat yang terisolasi di tengah Sungai Kahayan. Proses pemindahan tersebut dilakukan pada 7 April 2021.

Satwa dengan nama latin Pongo pygmaeus berjenis kelamin betina ini dipindahkan bersama satu individu lain bernama Jumbo. Di sana, mereka menjalani tahap terakhir rehabilitasi pra-pelepasliaran.

Dalam siaran persnya, pihak Yayasan BOS menceritakan bahwa Cinta merupakan orangutan yang dominan di antara betina lain yang sebaya. Ia juga pandai bergaul dan gemar menjelajah.

Kini, Cinta berusia 11 tahun ketika dilepasliarkan untuk hidup bebas di hutan TNBBBR.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments