Edukasi

Rahasia Jejak di Garis Pantai: Salt-Lick Alami untuk Rusa Jawa

22/01/2026|Manik Median
Rusa timor betina yang tertangkap kamera ponsel sedang berpindah untuk memenuhi kebutuhan mineralnya Foto Manik Median -...

Rusa timor betina yang tertangkap kamera ponsel sedang berpindah untuk memenuhi kebutuhan mineralnya. | Foto: Manik Median

Gardaanimalia.com - Garam mineral diperlukan oleh satwa berkuku belah atau yang dikenal dengan cloven hoof untuk memenuhi kebutuhan alamiah mereka. Salah satu satwa membutuhkannya adalah rusa jawa atau rusa timor (Rusa timorensis). 

Melalui pengamatan satwa dengan metode jalur atau transect, terabadikanlah rusa jawa betina yang sedang melangkah di garis pantai untuk mengonsumsi garam mineral alami yang terkandung di dalam air laut. 

Pergi ke Pantai, Lalu Kembali Lagi ke Hutan 

Secara ekologis, kehadiran rusa di kawasan pantai berkaitan erat dengan kebutuhan mineral, khususnya natrium (garam).

Garam merupakan unsur penting bagi fungsi saraf mamalia, yakni sebagai penyeimbang cairan tubuh serta metabolisme, terutama pada rusa betina yang sedang bunting atau menyusui.

Pulau Jawa memiliki garis pantai yang panjang, sehingga secara alami kaya akan kandungan garam dari air laut. Tak ayal, kawasan pesisir menjadi lokasi penting bagi satwa yang membutuhkan asupan garam, salah satunya rusa jawa. 

Vegetasi hutan tropis yang ada di Pulau Jawa pada umumnya miskin kandungan natrium. Oleh karena itu, rusa jawa memiliki pola konsisten dengan perilaku pencarian mineral untuk kebutuhan tubuhnya. 

Mamalia sepertinya tidak melakukan migrasi permanen di pantai, tetapi hanya sesekali untuk melakukan salt-lick memanfaatkan air laut.

Beruntung, survei satwa yang dilakukan pada Minggu, 18 Januari 2026 mendapatkan hasil positif, yakni jejak rusa jawa dengan kuku belah tersebar di pasir pantai. Sinyal tersebut menunjukkan pergerakan dari kawasan hutan menuju pantai. 

Sesaat kemudian, setelah mengikuti cloven hoof tersebut, tampak satwa pemakan rerumputan tersebut berbalik kembali ke arah vegetasi alaminya di dalam hutan. 

Tidak ditemukan tanda-tanda konflik dengan manusia atau aktivitas perburuan di sekitar lokasi temuan, juga tidak ditemukanya hewan pemangsa yang mengikuti.

Uploaded content
Jejak mamalia berkuku belah di kawasan pesisir ujung Jawa Timur. | Foto: Manik Median

Indikator Ekosistem

Temuan ini menyimpulkan, ada indikator positif bagi kondisi ekosistem di hutan primer yang ada di ujung tenggara Jawa Timur.

Interaksi alami antara hutan dan pantai masih berlangsung tanpa gangguan signifikan, memungkinkan satwa liar menjalankan siklus ekologisnya secara normal.

Keberadaan rusa betina di pantai, dalam konteks ini, bukanlah penyimpangan perilaku, melainkan bagian dari strategi bertahan hidup yang telah berlangsung lama di kawasan tersebut. Terlebih, di dalam habitatnya terdapat predator alami, seperti macan kumbang maupun macan tutul, yang berperan sebagai penyeimbang ekosistem.

Rusa jawa merupakan jenis satwa yang dilindungi sebagaimana tercantum pada Nomor 32 di Lampiran Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/ Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi.

Dengan demikian, memburu, menangkap, menyimpan, memperdagangkan rusa dan bagian tubuhnya akan berhadapan dengan konsekuensi hukum.