Berita  

Savana Indonesia Rangkul Siswa dalam Edukasi Konservasi Satwa

Pengenalan dunia konservasi kepada pelajar dengan melihat langsung display cage elang jawa di PSSEJ. | Foto: Savana Indonesia
Pengenalan dunia konservasi kepada pelajar dengan melihat langsung display cage satwa elang jawa di PSSEJ. | Foto: Savana Indonesia

Gardaanimalia.com – Edukasi kepada para pelajar merupakan salah satu langkah awal terciptanya generasi yang peduli dan sadar konservasi, tulis Savana Indonesia dalam rilis pada 23 November lalu.

Inilah yang akhirnya mendorong Savana Indonesia menyelenggarakan Talkshow Edukasi Konservasi Owa Jawa kepada 40 perwakilan siswa dari sekolah tingkat menengah di Kota Bogor, Senin (21/11).

Peserta pun diberikan materi seputar seluk-beluk konservasi owa jawa, meliputi pengenalan jenis owa yang ada di Indonesia hingga tantangan yang dihadapi dalam upaya konservasi.

Ismail Agung dari Gibbonesia sebagai salah satu pembicara dalam gelar wicara tersebut menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam upaya pelestarian owa jawa.

Kerja sama, sebut Ismail, dilakukan agar upaya-upaya konservasi dapat mencapai hasil optimal.

Hal itu senada dengan yang disampaikan pembicara kedua, Fauzia Yudanti dari Yayasan Kiara yang menyebut bahwa hambatan dari usaha konservasi adalah komunikasi.

“Pada saat ini, upaya konservasi owa jawa memiliki hambatan terkait komunikasi antarpihak terkait. Sehingga menimbulkan beberapa hal yang kurang efektif dalam pelaksanaan konservasi owa jawa,” ungkap Fauzia.

Road to Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2022

Sebelumnya, kegiatan bertajuk Road to HCPSN 2022 ini diawali dengan Edukasi Konservasi Elang Jawa. Bertepatan dengan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Sabtu (5/11).

Kegiatan yang terbagi dalam sesi indoor dan outdoor tersebut diikuti tiga belas peserta di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ).

Selama kegiatan, peserta diajak untuk menyelami dunia konservasi elang jawa sekaligus mengunjungi langsung display cage elang jawa. Mereka didampingi petugas PSSEJ dan beberapa siswa PKL dari SMK Kehutanan Kadipaten.

BACA JUGA:
Atraksi Topeng Monyet Ganggu Perilaku Alami Satwa

PEH TN Halimun Salak, Senjaya Mercusiana mengatakan bahwa kampanye konservasi sudah banyak digalakkan di perkotaan, baik secara langsung maupun digital.

Namun, ia menegaskan bahwa penting melakukan kampanye dengan membawa masyarakat perkotaan terjun langsung melihat bagaimana upaya konservasi di habitat aslinya.

“Agar menimbulkan sikap peduli yang lebih besar serta memahami bagaimana tantangan dalam upaya konservasi satwa,” terang Senjaya.

Minimnya pengetahuan pelajar perkotaan yang jauh dari kawasan hutan menggerakkan Savana Indonesia bersama tim untuk menyelenggarakan kegiatan ini.

Tim terdiri dari Yayasan Kiara, Gibbonesia, PSSEJ, TN Gunung Halimun Salak, SMK Ibnu Sina dan STKIP Arrahmaniyyah.

Savana Indonesia berharap kegiatan ini mampu menjadi momentum dan sarana dalam memperkenalkan elang jawa dan owa jawa kepada para pelajar.

Lebih lanjut, dapat menciptakan calon generasi muda penerus konservasi kedua jenis satwa endemik ini.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments